Selasa, 14 April 2026

Cuaca Ekstrem

VIDEO - DARURAT Cuaca Ekstrim di Indonesia! Banjir Hingga Tornado Terjadi pada Desember 2025

Cuaca ekstrem hantam RI! Angin puting beliung rusak 40 rumah di Pinrang, banjir Gianyar hanyutkan mobil. BMKG beri peringatan hingga Januari 2026.

|
Editor: Khusna Maulidia

SERAMBINEWS.COM - Indonesia diterpa serangkaian bencana hidrometeorologi parah menjelang akhir tahun 2025, ditandai dengan intensitas hujan ekstrem, angin kencang, hingga fenomena puting beliung dan banjir bandang. Kondisi ini sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan risiko bencana di beberapa wilayah, sebagaimana disampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani pada 1 Desember 2025. Menurut BMKG, jenis bencana yang mendominasi meliputi hujan ekstrem, angin kencang, serta fenomena lain seperti puting beliung dan petir merusak.

Dikutip dari Tribun-Timur.com, tiga desa di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan pada Minggu (14/12/2025) diterjang angin puting beliung yang berbentuk corong besar. Tiga desa yang terdampak adalah Padaelo, Kessie, dan Jampue. Dampak kerusakan dilaporkan cukup parah, di mana sekitar 40 rumah warga porak-poranda dan dua sekolah juga mengalami kerusakan. Kerusakan rumah panggung tradisional dan atap yang terbang terlihat jelas dalam rekaman pasca-kejadian.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, banjir kembali terjadi di Bali, Kabupaten Gianyar pada Senin (15/12/2025). Rekaman video yang beredar memperlihatkan derasnya arus air yang menghanyutkan mobil dan membuat jalanan kota terendam setinggi lutut orang dewasa. Air bah yang cepat terlihat meluap hingga merusak rumah warga di Desa Batuan, Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan bahkan dilaporkan ada warga yang sempat terseret arus, yang kini sedang mendapatkan perawatan. Perbekel Desa Batuan, Ari Anggara, menyebutkan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh kealpaan dalam merawat jalur nasional dan gorong-gorong yang seharusnya diperlebar. Penanganan banjir ini telah selesai pada Selasa (16/12/2025) dini hari.

BMKG memprediksi bahwa pada periode minggu kedua Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Monsun Asia mulai aktif, memicu peningkatan curah hujan. Selain itu, anomali atmosfer seperti Madden Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, dan Rossby Equator, serta hadirnya seruak dingin Siberia, turut memperkuat intensitas hujan ekstrem. Dilansir dari website resmi BMKG, pada periode 28 Desember hingga 10 Januari, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi, mencapai 300-500 mm per bulan.

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Hujan Badai Dahsyat Terjang Kota Mekkah Akibat Cuaca Ekstrem 2025

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved