Sabtu, 18 April 2026

Lifestyle

Dokter Boyke Berbagi Tips Rumah Tangga Bahagia dan Pentingnya Batasan dengan Ipar

Rumah tangga bahagia merupakan dambaan setiap pasangan suami istri atau pasutri yang menjalankannya.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
Kacamata dr Boyke
Seksolog, dr Boyke memberikan beberapa kunci utama untuk mewujudkan rumah tangga harmonis, yaitu: bersyukur atas apa yang dimiliki, saling terbuka. 

Selain itu, dr Boyke menyoroti pentingnya batasan dalam kehidupan rumah tangga, termasuk menghindari tinggal bersama ipar dalam satu rumah.

SERAMBINEWS.COM - Membangun rumah tangga bahagia memerlukan usaha bersama antara suami dan istri.

Seksolog, dr Boyke memberikan beberapa kunci utama untuk mewujudkan rumah tangga harmonis, yaitu: bersyukur atas apa yang dimiliki, saling terbuka.

Kemudian mampu mengutarakan masalah, serta tidak menyimpan dendam atau penyesalan.

Selain itu, dr Boyke menyoroti pentingnya batasan dalam kehidupan rumah tangga, termasuk menghindari tinggal bersama ipar dalam satu rumah.

Menurutnya, meski ipar bagian dari keluarga, kehadirannya dapat berpotensi mengganggu keharmonisan pasangan.

Untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga, dr Boyke menyarankan agar ipar tinggal di tempat terpisah, misalnya kos atau kontrakan, sebagai langkah preventif terhadap potensi masalah.

Baca juga: Konsumsi Daging dan Sayur Bagi Pasutri Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Begini Penjelasan dr Boyke

Rumah tangga bahagia merupakan dambaan setiap pasangan suami istri atau pasutri yang menjalankannya.

Mewujudkan rumah tangga bahagia ini tak hanya dilakukan oleh satu pihak tetapi juga harus dilakukan oleh keduanya.

Seperti kita ketahui bahwa setiap pasutri memiliki dinamika hubungan yang berbeda-beda.

Saat menjalani hidup berumah tangga, pasti ada saja permasalahan.

Permasalahan yang harus dihadapi dalam menciptakan rumah tangga bahagia pun tidaklah sama.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya mencoba tips yang telah banyak dijalani pasangan harmonis dan memiliki rumah tangga bahagia.

Baca juga: dr Boyke Bagikan Empat Tips Mudah Atasi Haid yang Tak Lancar, Nomor Tiga Paling Penting

Seksolog dr Boyke membagikan kunci rumah tangga bahagia yang sangat mudah diwujudkan oleh pasutri.

Pasangan suami istri yang sudah menikah tentunya ingin membangun rumah tangga bahagia.

Kunci rumah tangga bahagia

Mewujudkan rumah tangga bahagia adalah tugas sepanjang hidup yang terkadang tidak mudah dilakukan oleh pasangan.

Namun anda bisa mencoba mewujudkan rumah tangga bahagia dengan tips dr Boyke berikut.

Dilansir Serambinews.com dari akun Instagram @horn.indonesia, berikut adalah cara mewujudkan kunci keluarga bahagia ala dr Boyke.

Baca juga: Mengenal Masa Subur Wanita, Kapan Terjadi? Seksolog dr Boyke : Penting untuk Program Hamil

1. Bahagia dengan apa yang anda punya

Menurut dr Boyke, kunci rumah tangga bahagia adalah dengan bersyukur apa yang anda punya.

Jangan bandingkan diri anda dengan orang lain, ataupun berfantasi seperti kisah cinta di dalam film-film.

2. Saling terbuka

Pasangan suami istri haruslah bersikap apa adanya.

Sebisa mungkin anda saling terbuka, cari cara untuk bisa bertukar cerita dengan pasangan.

Hindari menyembunyikan apapun dari pasangan.

3. Mampu utarakan masalah

Dalam pernikahan pasti ada masalah.

Baca juga: Tips Terhindar dari Keputihan Tidak Normal pada Wanita, Seksolog dr Boyke Anjurkan Hal Ini

Beranikan untuk berdiskusi tentang masalah sekecil apapun, mulai dari hal sepele, finansial, masalah keluarga untuk kemudian saling support dalam menyelesaikannya.

4. Jangan ada dendam dan penyesalan

Apapun masalah yang pernah terjadi, selesaikan dengan kepala dingin.

Setelah masalah selesai, lupakanlah, jalani hari-hari tanpa dendam, dan jangan ungkit terus-menerus.

dr Boyke Angkat Bicara Soal Film Ipar Adalah Maut hingga Bagikan 3 Tips Agar Tidak Terjadi

Tak hanya kehadiran orang lain yang menjadi penghancur keharmonisan rumah tangga, tetapi kehadiran keluarga terdekat ternyata juga bisa menjadi penyebabnya.

Ya, salah satu masalah yang sering dihadapi ialah kehadiran ipar yang hidup serumah dengan pasangan suami istri atau pasutri

Ipar memang bagian dari keluarga, namun pada beberapa kasus, kehadiran ipar bisa menjadi maut karena telah berselingkuh dengan pasangan, misalnya. 

Baru-baru ini, film Ipar Adalah Maut ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Menariknya, judul dari film itu ternyata sudah diingatkan dalam agama Islam soal batasan-batasan.

Pada dasarnya, Islam memberi batas-batas tertentu bagi individu dalam berhubungan khususnya bagi mereka yang sudah menikah. Ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kecemburuan bagi pihak suami maupun istri.

Dalam Islam, dilarang berduaan begitupula Islam melarang jelas para suami berduaan dan meemui wanita yang bukan mahramnya, termasuk ipar.

Film ipar adalah maut mencuri perhatian publik, terkait hal tersebut, dr Boyke selaku pakar seksolog yang kerap membagikan informasi seputar keharmonisan rumah tangga juga turut memberikan tanggapan sesuai sudut pandangnya.

Dilansir dari kanal YouTube Kacamata dr Boyke, Senin (15/7/2024), dr Boyke mengatakan, seorang ipar seharusnya tidak dianjurkan hidup bersama dengan kehidupan pasutri

Pasalnya menurut dokter berkacamata itu, kehadiran ipar bisa saja menjadi penganggu keharmonisan antara pasangan suami istri.

"Film ipar adalah maut secara garis besar saya bisa melihat resensinya bahwa ternyata seorang ipar itu kalau bersama-wama dalam suatu kehidupan berumah tangga, bisa saja menjadi mengganggu keharmonisan antara suami dan istri," kata dr Boyke

Bahkan lanjut dr Boyke, jangankan ipar, sesama keluarga kandung saja yang berbeda jenis kelamin harus dipisahkan dari tempat tidurnya dan harus diberikan kamar khusus.

Ini dilakukan bukan semata-mata soal aturan tetapi juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena menurut dr Boyke, siapa saja bisa berpeluang melakukan hal-hal yang diluar batas apalagi soal syahwat.

"Jadi gini, jangankan ipar, kita keluarga-keluarga yang punya anak perempuan atau anak laki-laki, atau paman pun, kita harus pisahkan tempat tidurnya. Saya banyak mendapatkan kasus-kasus dimana terjadi 'hubungan seks' dan sebagainya antara paman dengan anak perempuan, antara paman dengan sesama anak laki-laki dan bisa terjadi pedofilia juga," sambungnya.

Mengingat tingkat keluarga kandung saja begitu ketat soal aturan pemisahan kamar. Nah, begitu juga dengan ipar, meski masih bagian dari keluarga, namun anda harus tegas untuk tidak memberikannya izin tinggal serumah.

Menurut dr Boyke, ini bukan soal sadis atau kesombongan dengan tidak memberikannya izin tinggal tetapi sebagai langkah awal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Meskipun itu saudara kalau bukan keluarga sebaiknya tidak usah tinggal bersama-sama. Bukan kita sadis atau tidak cinta sama saudara ya, karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Lalu apa yang harus kita lakukan jika misalnya adik ipar ingin tinggal serumah dengan kita yang sudah berkeluarga?

Dalam hal ini, dr Boyke menganjurkan tiga hal. 

Pertama, dalam hal ini diperlukan peran dari pasangan yang mempunyai hubungan dekat dengan ipar tersebut. Anjurkan padanya, untuk tinggal secara kos-kosan. 

Kedua, jika memang ia tidak punya uang maka anda usahakan membantunya. 

Terakhir, jika misalnya orang tua tetap menyuruhnya untuk tinggal bersama anda, katakan bahwa anda memiliki kehidupan rumah tangga sendiri, sehingga kehadirannya tidak menjadi penyebab gangguan-gangguan dalam masalah rumah tangga ke depannya.

"Bukan tidak sayang kepadanya tapi bagaimanapun kehadiran orang lain, orang ketiga ataupun dalam satu kehidupan rumah tangga itu tetap bisa menyebabkan ganguan-gangguan dalam berumahtangga," imbuhnya.

Perlu diingat, hidup secara ngekos merupakan suatu wadah untuk melatih pria / wanita mandiri.

Dalam hal ini, pentingnya orang tua membekali anak soal keimanan hingga pengetahuan soal edukasi seksual sehingga tidak melakukan hal-hal negatif saat hidup ngekos nanti.

"Terpenting juga selalu bekali yaitu iman, bekali mereka pengetahuan mengenai bahaya pacaran, pentingnya menjaga diri, dan ingatkan soal utamakan kehidupannya dalam mencapai tujuan kampus misalnya kalau dia kuliah," imbuhnya.

Terakhir, dr Boyke menegaskan bahwa kasus ipar adalah maut bukan hanya di film saja tetapi juga memang banyak di kehidupan nyata. 

Maka jangan sampai hal tersebut terjadi di dalam kehidupan kita terutama pada pasutri yang baru membina rumah tangga.

"Jadi pada prinsipnya bangunlah keluarga sendiri, kalau ada adik ingin ikut sebaiknya jangan tinggal bersama, orang tua juga harusnya mengerti dengan kondisi ini, jangankan hanya adik, saudara jauh dan sebagainya kalau hanya tinggal beberapa saat sambil nunggu kos-kosan itu masih okelah.

Tapi kalau tinggal cukup lama bisa saja terjadinya yang namanya, ya namanya manusia bisa saja dia tertaik secara fisik dan emosial dengan orang lain dan itu mengganggu keharmonisan rumah tanga," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved