Minggu, 10 Mei 2026

Lifestyle

Lebih Pilih TikTok untuk Cari Informasi, Gen Z Mulai Tinggalkan Google

peningkatan penggunaan media sosial sebagai alat pencarian utama di kalangan Generasi Z, yang meningkat dari 40% pada tahun 2016 menjadi 52% .

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
(androidpolice.com)
Ilustrasi TikTok. Lebih Pilih TikTok untuk Cari Informasi, Gen Z Mulai Tinggalkan Google. 

SERAMBINEWS.COM - Di awal abad ke-21, Google berhasil mengubah cara orang mengakses informasi, hingga kata kerja "Google" bahkan dimasukkan ke dalam Kamus Merriam-Webster sebagai bagian dari bahasa sehari-hari.

Hal ini menandakan bahwa Google telah menjadi alat utama untuk mencari informasi secara daring. Sejak saat itu, istilah "googling" menjadi sinonim dengan mencari informasi di internet.

Namun, meskipun Google telah mendominasi dunia digital selama bertahun-tahun, kini Google menghadapi tantangan besar, terutama dari generasi muda.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa Generasi Z (mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012) semakin menjauh dari Google dan lebih memilih cara lain untuk mencari informasi.

Dilansir dari kantor berita Seasia, Mark Shmulik yang merupakan analis dari Bernstein Research, menyebut fenomena ini sebagai "selamat tinggal kepada Google". Menurut Shmulik, generasi yang lebih muda kini lebih suka mencari informasi melalui platform alternatif daripada menggunakan Google untuk pencarian.

Ini menunjukkan bahwa preferensi dalam mencari informasi telah berubah, dan generasi muda mulai beralih ke platform lain yang dianggap lebih sesuai dengan cara mereka berinteraksi dengan internet.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Forbes Advisor dan Talker Research terhadap 2.000 orang Amerika pada April 2024, data yang diperoleh mengungkapkan perubahan besar dalam cara orang mencari informasi, khususnya di kalangan Generasi Z.

Hasil survei menunjukkan bahwa 45 persen dari mereka lebih memilih mencari informasi di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram daripada menggunakan mesin pencari seperti Google. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan Generasi Milenial (35 persen ), Generasi X (20 persen ), dan Boomers (kurang dari 10 % ).

Tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang dari Generasi Z yang bergantung pada media sosial sebagai sumber utama informasi mereka, terutama mengenai produk, merek, dan aktivitas sehari-hari.

Mereka tidak lagi hanya mengandalkan Google, tetapi lebih suka menggunakan aplikasi yang memungkinkan mereka mendapatkan informasi secara lebih interaktif dan visual.

Data dari GWI Core mendukung temuan ini, yang menunjukkan peningkatan penggunaan media sosial sebagai alat pencarian utama di kalangan Generasi Z, yang meningkat dari 40 % pada tahun 2016 menjadi 52 % pada tahun 2023.

Pada tahun 2022, dalam sebuah presentasi di konferensi Fortune's Brainstorm Tech, Prabhakar Raghavan, Wakil Presiden Senior Google, mengungkapkan hasil studi internal yang menunjukkan bahwa hampir 40 % pengguna muda lebih suka mencari rekomendasi restoran melalui platform seperti TikTok dan Instagram daripada menggunakan Google Maps atau Google Search. Ini menunjukkan bahwa preferensi mereka lebih condong ke platform yang lebih visual, daripada sekadar mesin pencari berbasis teks.

Generasi muda, khususnya Gen Z, lebih suka konten yang berbentuk gambar atau video daripada hanya teks. Hal ini mendorong Google untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Raghavan menjelaskan bahwa pencarian yang dilakukan oleh Gen Z seringkali dimulai dengan gambar, bukan kata kunci. Hal ini menjadi tantangan bagi Google yang selama ini mengandalkan pencarian berbasis kata kunci.

Untuk mengikuti tren ini, Google kini sedang mengembangkan berbagai teknologi baru. Salah satunya adalah kacamata augmented reality dan fitur pencarian baru seperti "multi-search" dan "Ask Photos", yang didukung oleh teknologi AI Gemini. Inovasi-inovasi ini bertujuan untuk membuat pencarian informasi menjadi lebih intuitif dan personal, dengan memanfaatkan kekuatan visual yang semakin digemari oleh generasi muda.

Secara keseluruhan, artikel ini menjelaskan bagaimana kebiasaan pencarian informasi telah berubah seiring berjalannya waktu, terutama di kalangan Generasi Z. Dulu, Google adalah alat pencarian utama bagi hampir semua orang, namun kini media sosial seperti TikTok dan Instagram semakin populer sebagai sumber informasi. Google harus beradaptasi dengan perubahan ini untuk tetap relevan, mengingat preferensi generasi muda yang lebih suka mencari informasi melalui gambar dan video daripada teks.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved