Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bireuen

RSUD Bireuen Beri Edukasi Pemakaian Obat Antibiotik

Antibiotik yang dipakai bisa dibeli di apotik, dijual bebas atau di Puskesmas dan rumah sakit, ada penggunaan antibiotik tidak melalui mekanisme

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
RSUD Bireuen, Kamis (21/11/2024) menggelar Word Antimicrobial Awareness Week (Waaw) di halaman rumah sakit tersebut bersama sejumlah dr spesialis dan lainnya, bagian dari edukasi pemakaian antibiotik ditandai melepas balon ke udara. SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS 

Antibiotik yang dipakai bisa dibeli di apotik, dijual bebas atau di Puskesmas dan rumah sakit, ada penggunaan antibiotik tidak melalui mekanisme

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jajaran RSUD dr Fauziah Bireuen, Kamis (21/11/2024) mengedukasi pasien dan keluarga pasien dalam hal penggunaan obat antibiotik.

Karena ada obat antibiotik  yang sudah  resistensi dan ada juga yang masih mapan membantu menghilang sakit.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS dalam rangkaian acara Word Antimicrobial Awareness Week (Waaw) di halaman rumah sakit tersebut bersama sejumlah dr spesialis, penanggung jawab  berbagai bidang dan ruangan dan berbagai bidang layanan. 

Ketua panitia pelaksana kegiatan, dr Aulianur SpAn Ti mengatakan, setiap tahun di seluruh dunia ada kegiatan pekan kesadaran penggunaan antibiotik.

Karena selama ini antibiotik yang dipakai pasien  kadang-kadang tidak melalui mekanisme yang seharusnya.  

Antibiotik yang dipakai bisa dibeli di apotik, dijual bebas atau di Puskesmas dan rumah sakit, ada penggunaan antibiotik tidak melalui mekanisme pengukuran apakah antibiotil tersebut masih berguna atau tidak bagi pasien tersebut.  

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk infeksi bakteri.  

Karena di RSUD Bireuen sejak dua tahun lalu sudah ada dokter spesialis mikrobiologi klinik  yang memeriksa antibiotic tersebut.

Maka RSUD Fauziah memiliki program untuk  merasionalisasi penggunaan antibiotik  bertujuan penggunaan
antibiotik tepat sasaran, sesuai kebutuhan pasien tersebut.  

Kemudian katanya, penggunaan anggaran untuk kebutuhan anti antibiotik cukup tinggi, harapannya  belanja antibiotik sesuai kebutuhan rumah sakit.

Tim rumah sakit katanya melakukan penyuluhan kepada pasien tentang bagaimana penggunaan antibiotik dan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bagaimana penggunaan antibiotik di Puskesmas.

Misalnya, Puskesmas memberikan antibiotik pada pasien, namun belum butuh, maka perlu dilakukan sosialisasi, karena ada antibiotik sudah resisten atau tidak bermakna bagi pasien.  

“Ada penggunaan antibiotik bukan pada tempatnya atau bukan pada waktu dibutuhkan,” ujarnya.

Diharapkan para pasien atau siapa saja pastikan penggunaan antibiotik berdasarkan resep dokter, habiskan antibiotik yang sudah diresepkan sekalipun sudah sehat dan jangan gunakan antibiotic sisa.

Kemudian jangan berbagi antibiotic kepada orang lain serta hindari infeksi dengan sering cuci tangan, hindari kontak dengan orang yang sakit dan peroleh vaksin yang diperlukan tepat waktu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved