Sabtu, 9 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi: AKP Dadang 2 Kali Tembak AKP Ulil Ryanto, Diduga Terkait Tambang Ilegal

Usai menembak Ulil, Dadang langsung menyerahkan diri ke Polda Sumatera Barat dan kini masih dalam pemeriksaan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
HO
Kolase foto AKP Dadang Iskandar dan Akp Ulil Ryanto Anshari, Kasat Reskrim Polres Solok Selatan 

 SERAMBINEWS.COM - Polisi tembak polisi di Solok Selatan menghebohkan publik.

Diketahui, Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari, menjadi korban penembakan yang dilakukan rekannya, Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Kejadian tersebut berlangsung dalam keadaan sepi di lokasi parkiran belakang Polres, sekitar pukul 00.15 WIB.

Kabag Ops Polres Solok Selatan Akp Dadang Iskandar dua kali menembak Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Akp Ulil Ryanto Anshari di bagian wajah dalam jarak dekat.

Usai menembak Ulil, Dadang langsung menyerahkan diri ke Polda Sumatera Barat dan kini masih dalam pemeriksaan.

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono, mengatakan, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Solok Selatan Akp Ulil Ryanto Anshari, dua kali ditembak Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar di bagian wajah, dalam jarak dekat.

"Kalau dari hasil visum dokter, ada dua kali tembakan mengenai bagian pelipis dan pipi menembus tengkuk. Itu diduga ditembak dari jarak dekat," kata Suharyono, Jumat (22/11/2024).

Kasi Humas Polres Solok Selatan, Tri Sukra Martin, menjelaskan bahwa saat penembakan terjadi, hanya ada kedua pejabat tersebut di lokasi.

"Saat terjadi penembakan tidak ada personel, hanya mereka berdua saja. Lokasinya di parkiran belakang Polres," ujarnya dalam keterangan yang diterima melalui telepon.

 
Setelah bunyi tembakan terdengar, para personel Polres segera mendatangi lokasi kejadian.

Mereka menemukan Kasatreskrim dalam kondisi terkapar.

"Para personel yang mendatangi lokasi tersebut menemukan Kasatreskrim yang sudah terkapar. Terdapat dua tembakan di pelipis kanan dan pipi kanan," tambah Tri Sukra.

Melihat kondisi Kasatreskrim yang kritis, personel segera membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

"Diduga Kasatreskrim sudah meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas. Karena kata orang Puskesmas, dia sudah meninggal dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara di Padang," jelasnya.

Setelah melakukan penembakan, Kabag Ops Dadang Iskandar meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinasnya dan pergi ke Padang untuk menyerahkan diri ke Polda Sumbar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved