Opini
Kampus X Industri, Merdeka Belajar Pendidikan Pertambangan Aceh
Ketika ditanya tentang apa yang mereka butuhkan, hampir seluruhnya menjawab bahwa mereka menginginkan keterampilan seperti penggunaan perangkat lunak,
Oleh: Ir Izzan Nur Aslam ST MEng*)
PADA tahun 2024, survei terhadap 174 mahasiswa teknik pertambangan di seluruh Indonesia dari berbagai angkatan (2020 hingga 2024) oleh Diamond Link Indonesia menunjukkan bahwa 45.5- 51.1 persen mahasiswa menginginkan kesempatan untuk kerja praktik, magang, atau tugas akhir di industri pertambangan.
Ketika ditanya tentang apa yang mereka butuhkan, hampir seluruhnya menjawab bahwa mereka menginginkan keterampilan seperti penggunaan perangkat lunak, penyelesaian masalah, dan keterampilan lain yang berorientasi industri (45.5-69.3 % ).
Di sisi lain, program studi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang dapat segera bekerja sesuai kebutuhan industri, secepat mungkin setelah mahasiswa menyelesaikan studi.
Berdasarkan data reakreditasi Program Studi Teknik Pertambangan (PSTP) Universitas Syiah Kuala (USK) pada tahun 2021, PSTP masih menghadapi tantangan dalam hal tahun atau waktu penyelesaian studi (TS), dengan rata-rata waktu penyelesaian dari TS-5 hingga TS mendekati 6,9 tahun.
Di PSTP USK, hasil reakreditasi tahun 2021 sendiri menunjukkan bahwa hampir 72 % lulusan bekerja di bidang yang sesuai, menjadi wirausahawan, atau melanjutkan studi pascasarjana.
Dari jumlah tersebut, 52 % memiliki waktu tunggu kurang dari 6 bulan.
Banyak dari mereka selama waktu tunggu tersebut memanfaatkan waktunya untuk mengikuti pelatihan teknis pertambangan.
Hal ini menandakan bahwa sejak masa perkuliahan, mahasiswa perlu diperkenalkan sedini mungkin tentang lingkungan kerja yang akan mereka hadapi sehingga memudahkan mereka saat terjun ke dunia kerja.
Idealnya, waktu tunggu dapat diminimalkan sekecil mungkin, bahkan mahasiswa sudah mendapatkan panggilan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebelum lulus.
Pendekatan inovatif
Salah satu hambatan utama bagi mahasiswa pertambangan adalah jumlah perusahaan tambang di Indonesia, khususnya di Aceh, yang tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang membutuhkan pengalaman kerja.
Di sisi lain, perusahaan sering kali enggan menerima mahasiswa karena risiko keselamatan dan kesehatan kerja serta dampaknya terhadap operasi.
Mahasiswa yang terlalu berfokus pada Kerja Praktik (KP) atau Tugas Akhir (TGA) ini sering kali menunda kelulusan mereka, meskipun sebenarnya tidak ada aturan yang melarang penggunaan data sekunder untuk TGA.
Di sinilah kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) hadir untuk membantu menyelesaikan masalah ini.
Melalui program hibah MBKM Skema PNBP, MBKM USK Unggul riset, serta kerja sama PSTP dengan berbagai mitra seperti, PT Bara Energi Lestari (BEL), PT MIFA Bersaudara, Inspektur Tambang Aceh, PLTU Nagan Raya, PT Solusi Bangun Andalas, PT Lhoong Setia Mining, Pabrik Kelapa Sawit Socfindo, Laboratorium Jalan Raya Teknik Sipil USK, Laboratorium Lingkungan Teknik Kimia USK, dan Laboratorium Terpadu Univeritas Diponegoro, PSTP USK menjalankan penelitian berbasis lapangan dengan topik pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di industri pertambangan.
Format MBKM ini dirancang untuk memberikan rekognisi setara dengan 20 SKS Mata Kuliah (MK), termasuk MK KP.
Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT BEL memungkinkan 5 mahasiswa angkatan 2020 melakukan KP selama satu bulan, sementara dua mahasiswa angkatan 2021 menjalankan riset MBKM di laboratorium.
Framework keterkaitan sub-penelitian yang telah dirancang menunjukkan bahwa masalah pemanfaatan FABA dapat diurai untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam dalam waktu singkat (kurang lebih 1 tahun).
Penelitian FABA ini mencakup berbagai topik, seperti stabilisasi tanah untuk jalan hauling, pemanfaatan FABA untuk all-weather road, hingga pengolahan air asam tambang.
Salah satu sub penelitian paling menonjol adalah uji ketahanan jalan hauling berbasis FABA di PT BEL.
Jalan tersebut sebelumnya dibangun oleh perusahaan, tetapi belum diuji ketahanannya. Dengan keahlian dosen dan mahasiswa PSTP, pengujian lapangan dilakukan untuk memahami kekuatan jalan hauling tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Izzan-Nur-Aslam.jpg)