Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Pendukung Imran Khan Melanggar Lockdown di Islamabad Pakistan

Laporan yang diterima menunjukkan bahwa bentrokan tersebut menyebabkan beberapa orang tewas, dan puluhan lainnya terluka, termasuk jurnalis

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
Aljazeera
Seorang polisi di Islamabad menembakkan peluru karet untuk membubarkan pendukung partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) selama protes yang menuntut pembebasan mantan Perdana Menteri Imran Khan yang dipenjara. 

SERAMBINEWS.COM - Ribuan pendukung mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, terlibat dalam bentrokan sengit dengan polisi di ibu kota Islamabad, Selasa (25/11/2024). 

Para pendukung yang menuntut pembebasan Khan berhasil menerobos penghalang kontainer pengiriman yang digunakan untuk mengunci jalan-jalan di ibu kota, bertempur dengan pasukan keamanan, dan mengabaikan ancaman pemerintah yang akan merespons dengan tembakan senjata api.

Khan, yang telah dipenjara sejak Agustus 2023 atas kasus korupsi, kini menghadapi lebih dari 150 kasus pidana yang menurut partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), dipandang sebagai tindakan bermotivasi politik oleh pemerintah.

Protes yang melibatkan ribuan orang ini bertujuan untuk menuntut kebebasan bagi Khan dan menentang tuduhan bahwa proses hukum yang dihadapinya adalah bagian dari strategi politik yang lebih besar.

Dilansir dari kantor berita Aljazeera pada Selasa (26/11/2024), selama protes, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai bergerak menuju D-Chowk, sebuah alun-alun utama yang terletak dekat dengan gedung-gedung pemerintahan.

Laporan yang diterima menunjukkan bahwa bentrokan tersebut menyebabkan beberapa orang tewas, dan puluhan lainnya terluka, termasuk jurnalis yang diserang oleh pendukung Khan.

Seorang videografer dari kantor berita The Associated Press juga menjadi korban, dipukuli oleh para demonstran dan kameranya rusak.

Pemerintah Pakistan menanggapi dengan keras, dengan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengeluarkan peringatan setelah tengah malam.

Naqvi mengatakan bahwa jika para pengunjuk rasa kembali melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan, maka tembakan peluru hidup akan digunakan sebagai balasan.

"Jika mereka kembali menembakkan peluru, peluru akan dibalas dengan peluru," tegasnya.

Untuk menghalangi demonstrasi lebih lanjut, pihak berwenang telah menangkap lebih dari 4.000 pendukung Imran Khan sejak Jumat lalu. Layanan ponsel dan internet juga dihentikan di beberapa wilayah untuk membatasi penyebaran informasi dan organisasi protes.

 Selain itu, sebuah pengadilan pada hari Kamis melarang pertemuan atau unjuk rasa di ibu kota, dan Naqvi menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar larangan tersebut akan ditangkap.

Perjalanan antar kota juga terhambat akibat penutupan jalan dengan kontainer pengiriman, yang membuat mobilitas menjadi sangat terbatas.

Semua institusi pendidikan di Islamabad juga diliburkan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan situasi.

Para pendukung Khan sangat bergantung pada media sosial untuk mengorganisir protes dan membagikan informasi terkait pergerakan mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved