Minggu, 31 Mei 2026

Berita Viral

Siswa SMK Semarang Ditembak Mati, Polisi dan Satpam Perumahan Ungkap Cerita Berbeda

"Teman saya yang jaga malam memastikan tidak ada tawuran. Kalau ada tawuran kami pasti tahu dan buat laporan (ke atasan)," ucap satpam perumahan.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan korban GRO tewas ditembak anggota kepolisian di bagian pinggul saat kejadian di kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat, Minggu (24/11/2024) dini hari. 

Siswa SMK Semarang Ditembak Mati, Polisi dan Satpam Perumahan Ungkap Cerita Berbeda: Perihal Tawuran

SERAMBINEWS.COM, SEMARANG – Seorang siswa SMK Negeri 4 Semarang berinsial GRO (16), tewas ditembak mati oleh anggota kepolisian pada Minggu (24/11/2024) dini hari.

GRO tewas ditembak oleh anggota kepolisian Polrestabes Semarang di kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, polisi juga menembak dua teman GRO lainnya, S (16) dan A (17), yang mengalami luka ringan.

Polisi berkilah bahwa penembakan itu dilakukan untuk melerai tawuran antara gangster.

Namun hal itu dibantah oleh seorang satpam Perumahan Paramount yang saat kejadian bertugas.

Menurutnya, tidak ada tawuran antara gangster yang terjadi di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian pun masih menunggu hasil visum untuk memastikan rincian kasus tersebut.

"Kami sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit. Tampaknya memang ada luka tembak," ucap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Senin (25/11/2024) malam.

 

Beda Keterangan Polisi vs Satpam Soal Kejadian

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menyatakan, korban diduga merupakan anggota kelompok gangster "Pojok Tanggul" yang terlibat bentrokan dengan gangster "Seroja."

Kelompok gangster itu, tawuran terjadi di depan kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat.

Menurut Irwan, saat tawuran berlangsung, seorang anggota penyidik Polrestabes Semarang kebetulan melintas saat hendak pulang ke rumah.

Anggota polisi tersebut, mencoba melerai bentrokan.

"Saat anggota melintas, melihat dua kelompok tawuran, ia mencoba melerai. Namun, anggota itu malah diserang hingga akhirnya mengambil tindakan tegas," jelas Irwan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved