Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Dolar AS Mengalami Penurunan Signifikan Pada Hari Ini, Beberapa Faktor Jadi Penyebab Utama

Dolar AS mengalami penurunan yang signifikan terhadap beberapa mata uang utama...

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
AFP
Dolar AS mengalami penurunan yang signifikan terhadap beberapa mata uang utama. 

SERAMBINEWS.COM- Minggu ini, pasar mata uang global menyaksikan beberapa pergerakan signifikan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump hingga data ekonomi dari Jepang dan Selandia Baru.

Dolar AS, yang sempat mengalami penguatan signifikan pasca pemilu, kini mengalami penurunan, sementara beberapa mata uang lainnya, termasuk yen Jepang dan dolar Selandia Baru, menunjukkan kinerja positif.

Dolar AS mengalami penurunan yang signifikan terhadap beberapa mata uang utama.

Pada hari Rabu (27/11/2024), dolar AS tercatat turun 1,09 persen terhadap yen Jepang, dengan nilai tukar mencapai 151,58.

Dilansir dari kantor berita Reuters pada Rabu (27/11/2024), penurunan ini dipicu oleh janji tarif besar yang diajukan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang berencana mengenakan tarif tinggi terhadap negara-negara mitra dagang besar seperti China, Kanada, dan Meksiko. 

Para investor khawatir bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan ketegangan perdagangan dan berdampak negatif pada ekonomi global.

Selain itu, pengumuman Trump mengenai rencana tarifnya pada Senin lalu, yang semula mengancam kenaikan tarif sebesar 60 persen, kini dipandang positif oleh pasar setelah diumumkan hanya akan naik 10 persen.

Hal ini memberi dampak positif terhadap yen Jepang, yang menguat karena para investor melihatnya sebagai tempat yang lebih aman dalam menghadapi ketidakpastian global.

Yen Jepang juga mencatatkan kinerja yang solid minggu ini.

 Data terbaru menunjukkan ekspor Jepang pada Oktober mengalami pertumbuhan lebih cepat dari yang diperkirakan, terutama karena meningkatnya permintaan peralatan chip dari China.

Ini memberikan dorongan positif terhadap mata uang Jepang.

Selain itu, pasar memperkirakan bahwa Jepang mungkin akan mengalami kenaikan suku bunga pada bulan Desember, yang memperkuat prospek yen di pasar mata uang global.

Namun, beberapa analis menilai bahwa meskipun yen menguat, Jepang masih menghadapi risiko geopolitik, terutama terkait ketegangan perdagangan AS-China.

Beberapa analisis juga menyatakan bahwa Jepang sudah memperhitungkan risiko geopolitik ini dalam pergerakan mata uangnya.

Selain yen, beberapa mata uang lainnya juga mengalami pergerakan yang menarik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved