Pidie Jaya
Pegiat Budaya Pijay Laksanakan Pelatihan Pertanian Tradisional Aceh
Pegiat budaya Pidie Jaya atau Pijay mengadakan pelatihan inovatif bertajuk “Pelatihan Pertanian Tradisional Aceh” yang sukses digelar...
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pegiat budaya Pidie Jaya atau Pijay mengadakan pelatihan inovatif bertajuk “Pelatihan Pertanian Tradisional Aceh” yang sukses digelar di Hotel Cempaka Syariah Sigli, Kabupaten Pidie, Minggu (1/12/2024).
Pelatihan itu dilaksanakan selama tiga hari, Jumat ( 29/11/2024) hingga Minggu (1/12/2024) itu, untuk memperkuat keterampilan petani lokal dalam mempertahankan metode pertanian tradisional.
Juga memperkenalkan pendekatan modern yang lebih efisien.
Untuk diketahui, pelatihan itu diinisiasi Mursyidah MPd bersama tim pegiat budaya yang berkomitmen melestarikan warisan budaya Aceh, melalui pendekatan praktis di bidang pertanian.
Kegiatan itu tidak hanya mengandalkan partisipasi masyarakat, namun didukung melalui dana abadi kebudayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang disalurkan melalui Kementerian Kebudayaan RI.
"Pentingnya sinergi antara pertanian tradisional dengan modern," kata Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Drh Muzakir MM dalam sambutannya, Minggu (1/12/2024).
Ia menjelaskan, sistem pertanian tradisional memiliki nilai-nilai yang harus dilestarikan. Ada pun teknologi modern harus mampu meningkatkan produktivitas hasi pertanian.
"Jika keduanya dipadukan, maka petani dapat mencapai hasil panen yang lebih memuaskan,” ujarnya.
Kata Muzakir, dukungan dari dana abadi kebudayaan LPDP itu, tentnya menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berbasis budaya.
Untuk itu, melalui pelatihan ini, hendaknya menjadi langkah awal bagi petani Aceh untuk menghadapi tantangan global tanpa melupakan akar tradisional mereka.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Marzuan MPd, Minggu (1/12/2024) menyebutkan, dirinya memberikan apresiasi terhadap dukungan LPDP dalam melaksanakan pelatihan itu berjalan dengan baik.
“Dengan adanya dukungan dana dari LPDP, kita dapat memperluas wawasan budaya bagi masyarakat Aceh. Tidak hanya dalam aspek teknis pertanian, tapi juga dalam memahami pentingnya melestarikan budaya lokal,” kata Marzuan.
Menurutnya, pelatihan itu telah mencakup berbagai sesi, mulai dari teori hingga praktik. Selain itu, dipandu para ahli pertanian tradisional dan modern.
Sejumlah peserta diajak untuk memahami cara mengelola lahan dengan metode organik. Baik penggunaan pupuk alami dan pemanfaatan teknologi seperti irigasi modern dan drone pertanian.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.