Rabu, 8 April 2026

Internasional

Pria Ini Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Lebih Mahal dari Emas

Seorang Pria Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Harganya Lebih Mahal dari Emas

Editor: Muhammad Hadi
NASA
Seorang Pria Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Harganya Lebih Mahal dari Emas. FOTO Sebuah meteor dari hujan meteor Geminid memasuki atmosfer Bumi melewati bintang Castor dan Pollux (dua bintang terang di kanan) pada 12 Desember 2009 di atas Southold, New York, AS. 

SERAMBINEWS.COM - Sering kali orang-orang menemukan benda aneh di luar rumah.

Kadang menganggap benda yang ditemukan tak berharga.

Atau hanya menduga harganya sangat murah.

Siap sangka, ternyata ada benda yang ditemukan ternyata harganya sangat mahal.

Seperti yang dialami warga Australia ini saat menemukan sebuah batu.

Pada tahun 2015, David Hole, seorang pencari mineral asal Australia, menemukan sebuah batu yang sangat berat di Taman Regional Maryborough, dekat Melbourne.

Dengan bantuan detektor logam, Hole menduga bahwa batu tersebut menyimpan nugget emas yang sangat berharga.

Mengingat lokasi penemuannya berada di wilayah Goldfields, yang terkenal dengan sejarah demam emasnya pada abad ke-19.

 Namun, upaya panjang untuk membuka batu tersebut akhirnya mengungkapkan sebuah rahasia yang jauh lebih menakjubkan—batu yang ia temukan ternyata adalah sebuah meteorite yang sangat langka.

Batu yang Keras dan Tahan Banting

Mengutip sciencealert, Hole mencoba berbagai cara untuk memecahkan batu yang ia temukan.

Dari menggunakan gergaji batu, gerinda sudut, bor, hingga merendam batu tersebut dalam asam, namun tidak ada satu pun cara yang berhasil.

Bahkan, palu besar pun tidak mampu menembus permukaannya. 

Tanpa disadari, batu tersebut bukanlah nugget emas, melainkan sebuah meteorite yang telah melalui perjalanan panjang di luar angkasa.

Baca juga: Harga Emas Turun Tajam, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Hari Ini Senin 2 Desember 2024

Ketika Hole membawa batu tersebut ke Museum Melbourne untuk dianalisis, geologis museum Dermot Henry dan Bill Birch melakukan penelitian yang mendalam. 

Setelah mengamati bentuknya yang aneh dan beratnya yang luar biasa, mereka menyimpulkan bahwa batu tersebut merupakan meteorite yang sangat langka.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved