Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Pria Ini Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Lebih Mahal dari Emas

Seorang Pria Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Harganya Lebih Mahal dari Emas

Editor: Muhammad Hadi
NASA
Seorang Pria Temukan Batu Sangat Berat, Simpan Selama Bertahun-tahun, Ternyata Harganya Lebih Mahal dari Emas. FOTO Sebuah meteor dari hujan meteor Geminid memasuki atmosfer Bumi melewati bintang Castor dan Pollux (dua bintang terang di kanan) pada 12 Desember 2009 di atas Southold, New York, AS. 

SERAMBINEWS.COM - Sering kali orang-orang menemukan benda aneh di luar rumah.

Kadang menganggap benda yang ditemukan tak berharga.

Atau hanya menduga harganya sangat murah.

Siap sangka, ternyata ada benda yang ditemukan ternyata harganya sangat mahal.

Seperti yang dialami warga Australia ini saat menemukan sebuah batu.

Pada tahun 2015, David Hole, seorang pencari mineral asal Australia, menemukan sebuah batu yang sangat berat di Taman Regional Maryborough, dekat Melbourne.

Dengan bantuan detektor logam, Hole menduga bahwa batu tersebut menyimpan nugget emas yang sangat berharga.

Mengingat lokasi penemuannya berada di wilayah Goldfields, yang terkenal dengan sejarah demam emasnya pada abad ke-19.

 Namun, upaya panjang untuk membuka batu tersebut akhirnya mengungkapkan sebuah rahasia yang jauh lebih menakjubkan—batu yang ia temukan ternyata adalah sebuah meteorite yang sangat langka.

Batu yang Keras dan Tahan Banting

Mengutip sciencealert, Hole mencoba berbagai cara untuk memecahkan batu yang ia temukan.

Dari menggunakan gergaji batu, gerinda sudut, bor, hingga merendam batu tersebut dalam asam, namun tidak ada satu pun cara yang berhasil.

Bahkan, palu besar pun tidak mampu menembus permukaannya. 

Tanpa disadari, batu tersebut bukanlah nugget emas, melainkan sebuah meteorite yang telah melalui perjalanan panjang di luar angkasa.

Baca juga: Harga Emas Turun Tajam, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Hari Ini Senin 2 Desember 2024

Ketika Hole membawa batu tersebut ke Museum Melbourne untuk dianalisis, geologis museum Dermot Henry dan Bill Birch melakukan penelitian yang mendalam. 

Setelah mengamati bentuknya yang aneh dan beratnya yang luar biasa, mereka menyimpulkan bahwa batu tersebut merupakan meteorite yang sangat langka.

Henry, yang telah bekerja selama 37 tahun di museum dan memeriksa ribuan batu, hanya menemukan dua meteorite sejati selama kariernya.

Batu dari Maryborough ini termasuk salah satunya.

Komposisi dan Umur Meteorite Maryborough

 Meteorite ini kemudian dinamai sesuai dengan nama kota tempat penemuannya—Maryborough. 

Dengan berat mencapai 17 kilogram, meteorite ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan di Australia.

Berdasarkan analisis laboratorium, para ilmuwan mengungkapkan bahwa meteorite ini terdiri dari 90 persen besi dan mengandung sejumlah kecil mineral kristal yang disebut chondrules. 

Baca juga: Serangan Udara Rusia di Suriah, Free West Papua di Yogyakarta, dan Rizieq Shihab Hadiri Reuni 212

Chondrules adalah tetesan logam mikroskopis yang terbentuk saat materi luar angkasa meleleh dan mendingin selama pembentukan sistem tata surya kita.

Studi ilmiah yang diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Victoria mengungkapkan bahwa meteorite ini berusia sekitar 4,6 miliar tahun—sebuah temuan yang memberikan wawasan luar biasa tentang pembentukan dan sejarah sistem tata surya kita.

Meteorite vs. Emas: Mana yang Lebih Berharga?

Keberadaan meteorite ini jauh lebih langka daripada penemuan emas, menjadikannya sangat berharga bagi ilmu pengetahuan. 

Menurut Henry, hanya ada 17 meteorite yang tercatat di negara bagian Victoria, sementara ribuan nugget emas telah ditemukan di wilayah ini.

Oleh karena itu, penemuan meteorite ini tidak hanya menarik perhatian para peneliti.

Tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang proses pembentukan bintang dan evolusi elemen-elemen kimiawi yang ada di alam semesta.

Baca juga: Prajurit TNI Siaga Bantu Warga Banjir di Aceh Utara

Para ilmuwan belum dapat memastikan dari mana meteorite ini berasal.

Namun mereka memiliki dugaan yang kuat bahwa meteorite ini berasal dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Para ahli percaya bahwa meteorit ini mungkin telah terlempar keluar dari sabuk asteroid tersebut akibat tumbukan antar asteroid.

Akhirnya jatuh ke Bumi setelah menempuh perjalanan panjang di ruang angkasa.

Proses Perjalanan Meteorite ke Bumi

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa meteorite ini mungkin telah berada di Bumi antara 100 hingga 1.000 tahun yang lalu.

Beberapa pengamatan meteor yang tercatat antara tahun 1889 hingga 1951 dapat menjadi petunjuk terkait waktu kedatangan meteorite ini ke planet kita.

 Meskipun begitu, asal usulnya masih menjadi misteri yang menarik bagi para ilmuwan.

Berdasarkan analisis geologis, penemuan meteorite Maryborough ini merupakan peristiwa yang sangat langka. 

Baca juga: Pejuang Houthi Yaman Serang Kapal Perusak AS dan Tiga Kapal Kargo di Laut Arab

Bahkan, penemuan meteorite serupa di wilayah Victoria bisa dihitung dengan jari.

Meteorite ini juga menjadi salah satu dari sedikit meteorite yang ditemukan di Australia, menambah nilai pentingnya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pria Ini Simpan Batu Selama Bertahun-tahun Berharap Itu Emas, Ternyata Lebih Berharga

 

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved