Rabu, 6 Mei 2026

News

Ditegur Istana, Gus Miftah Minta Maaf ke Penjual Es Teh

"Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,"

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
TribunJogja.com/Iwan Al Khasni
Miftah Maulana alias Gus Miftah mendatangi kediaman penjual es teh bernama Sunhaji di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (4/12/2024) pagi. 

SERAMBINEWS.COM- Gus Miftah, pendakwah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, mengungkapkan permintaan maafnya setelah ucapan yang ia sampaikan mengenai penjual es teh, Sunhaji alias Pak Sun, menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Dalam penjelasannya, Gus Miftah menyatakan bahwa perkataannya tersebut hanyalah sebuah candaan yang tidak dimaksudkan untuk menyinggung atau merendahkan siapapun.

Ia juga menyesali dampak dari pernyataannya yang dianggap berlebihan dan membuat beberapa pihak merasa terganggu. Gus Miftah mengungkapkan permintaan maaf dengan kerendahan hati.

"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun. Saya juga meminta maaf pada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan. untuk itu saya minta maaf," kata Gus Miftah dikutip melalui Kompas.com Rabu (4/12/2024).

Miftah menambahkan bahwa ia akan langsung meminta maaf kepada Pak Sun, penjual es teh yang menjadi bahan candaan tersebut.

"Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya," lanjut Miftah.

Selain itu, Miftah juga menceritakan bahwa ia telah mendapatkan teguran dari beberapa pihak, termasuk Mayor Teddy dan Seskab (Sekretaris Kabinet) yang meminta agar ia lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat atau pidato di depan publik.

"Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum," ujar Miftah, dikutip dari YouTube KH Infotainment, Rabu (4/12/2024) Via Kompas.com.

Candaan Gus Miftah yang disertai tawa dari jamaah membuat pernyataan tersebut terdengar merendahkan bagi banyak orang.

Pak Sun yang mengalami cedera patah tulang tangan saat bekerja di pemotongan kayu, kini bekerja sebagai penjual es teh untuk menafkahi istri dan dua anaknya yang masih bersekolah di SD dan SMP.

Sehari-hari, Pak Sun tinggal bersama mertuanya di Gesari, Banyusari, Graham, Magelang. Pada hari kejadian, ia baru berhasil meraih penghasilan sebesar Rp10.000 setelah seharian berjualan hingga malam hari.

Meskipun ucapan Gus Miftah sempat menimbulkan kegaduhan, Pak Sun memilih untuk tidak terbawa perasaan. Ia lebih memilih untuk terus menjalani hidupnya dan fokus pada usaha untuk mencari nafkah demi keluarga. 

Menurut Sunhaji saat peristiwa terjadi ia memang mendengar apa yang dikatakan Gus Miftah dari atas panggung. Namun, ia mengaku enggan terbawa perasaan.

"Saya bisa mendengarkan (Gus Miftah), tapi tidak dimasukkan ke hati kata-kata Gus Miftah," kata dia, Dikutip dari Tribunnews.com Rabu (4/12/2024).

Kegaduhan ini menjadi perhatian publik setelah video kajian tersebut tersebar di media sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved