Harga Emas di Aceh
Harga Emas Dunia Turun, Investor Tahan Diri dan Tunggu Suku Bunga The Fed
Harga emas sedikit turun pada Kamis (5/12/2024) karena para investor menahan diri untuk membuat keputusan besar.
Presiden Bank Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk memotong suku bunga.
SERAMBINEWS.COM - Harga emas sedikit turun pada Kamis (5/12/2024) karena para investor menahan diri untuk membuat keputusan besar menjelang rilis data penggajian non-pertanian AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dilansir dari kantor berita Reuters pada Kamis (5/12/2024), pada pukul 08:48 GMT, harga emas spot turun 0,2 persen menjadi $2.645,02 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,2 persen menjadi $2.669,70.
Fokus pasar tertuju pada klaim pengangguran awal yang akan diumumkan nanti hari ini dan laporan non-farm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada hari Jumat, dengan diperkirakan bahwa payrolls akan meningkat sebanyak 200.000 pekerjaan pada bulan tersebut setelah hanya naik 12.000 pada bulan Oktober.
Angka NFP yang kuat hampir sudah dihargakan di pasar, dan jika kita melihat kelemahan dalam laporan tersebut, hal itu bisa memberikan dukungan bagi harga emas karena pasar saat ini menganggap bahwa ekonomi AS sedang berjalan dengan cukup baik, kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
"Saya rasa untuk saat ini, kita mendekati akhir tahun. Keputusan besar tidak akan dibuat pada saat ini. Jadi, ini lebih ke pergerakan intraday dan mungkin ada beberapa pengambilan keuntungan menjelang akhir tahun," tambah Hansen.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan pada hari Rabu bahwa ekonomi AS lebih kuat dari yang diperkirakan dan mengisyaratkan sikap yang lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga.
Mengikuti hal tersebut, Presiden Bank Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk memotong suku bunga.
Para trader mematok kemungkinan 75 persen untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada 17-18 Desember, menurut Alat FedWatch dari CME Group. Logam mulia, yang tidak membayar bunga, secara historis berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
ANZ mengatakan dalam sebuah catatan, "Jika The Fed memutuskan untuk menunda pemotongan suku bunga pada pertemuan Desember, ini dapat memicu penurunan lebih lanjut pada posisi spekulatif yang tinggi, yang akan menarik harga emas lebih rendah."
Harga perak spot turun 0,2 persen menjadi $31,24 per ons. Sementara itu, platinum naik 0,7 persen menjadi $947,90, dan paladium naik 0,5 % menjadi $982,73.
ANZ juga menambahkan, "Permintaan katalis mobil yang beralih dari paladium ke platinum telah menjadi hambatan utama bagi paladium dan kemungkinan akan berlanjut hingga 2026."(*)
| Buruan Beli, Harga Emas Terjun Bebas di Abdya, Segini Pasaran Per 13 April 2026 |
|
|---|
| Harga Emas Hari Ini di Aceh Timur, Harga Emas Perhiasan, Harga Emas Per Mayam dan Harga Emas Antam |
|
|---|
| Segini Harga Emas Per Mayam di Lhokseumawe, Cek Harga Emas Murni dan Harga Emas London |
|
|---|
| Harga Emas Antam Bertahan Tinggi, Pajak Jadi Faktor Penentu Nilai Akhir |
|
|---|
| Harga Emas Murni Tersungkur di Abdya, Segini Harga Emas Per Mayam dan Harga Emas Antam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-emas-di-aceh-turun.jpg)