Jumat, 24 April 2026

Konflik Israel dan Palestina

Israel Mengkritik Pernyataan Paus Fransiskus Mengenai Genosida di Gaza

"Kita harus menyelidiki dengan cermat untuk menilai apakah ini sesuai dengan definisi teknis genosida yang dirumuskan oleh para ahli hukum dan organis

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
AFP
Paus Fransiskus 

SERAMBINEWS.COM- Menteri Israel untuk Urusan Diaspora, Amichai Chikli, mengkritik Paus Fransiskus setelah pemimpin Gereja Katolik Roma itu menyarankan agar komunitas internasional mempelajari apakah serangan militer Israel di Gaza dapat dikategorikan sebagai genosida terhadap rakyat Palestina.

Kritik ini muncul setelah Paus Fransiskus mengungkapkan pandangannya dalam cuplikan bukunya yang diterbitkan bulan lalu oleh harian Italia, Il Foglio.

Chikli menanggapi pernyataan Paus tersebut dengan keras. Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan oleh Il Foglio, Chikli menyatakan bahwa, "Sebagai bangsa yang kehilangan enam juta anak laki-laki dan perempuan kami dalam Holocaust, kami sangat sensitif terhadap peremehan istilah 'genosida',  peremehan yang mendekati penolakan terhadap Holocaust."

Menteri tersebut juga mengingatkan Paus tentang bahaya dari trivialnya penggunaan istilah genosida dalam konteks yang sedang terjadi di Gaza.

 Dalam suratnya, Chikli meminta agar Paus memperjelas posisinya terkait tuduhan genosida yang ditujukan kepada negara Yahudi Israel.

Chikli menegaskan, "Saya berharap Anda bisa memberikan klarifikasi terkait tuduhan genosida ini."

Meskipun kritik itu cukup keras, Chikli mengakhiri suratnya dengan menyebut Paus sebagai "teman baik bagi bangsa Yahudi," menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat, hubungan antara Israel dan Paus tetap dihormati.

Paus Fransiskus sebelumnya mengatakan dalam cuplikan bukunya yang diterbitkan oleh harian La Stampa bahwa beberapa ahli internasional berpendapat bahwa situasi di Gaza memiliki karakteristik genosida.

"Kita harus menyelidiki dengan cermat untuk menilai apakah ini sesuai dengan definisi teknis genosida yang dirumuskan oleh para ahli hukum dan organisasi internasional," kata Paus.

Serangan militer Israel di Gaza dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang Israel dan menculik lebih dari 250 orang, yang kemudian dibawa ke Gaza.

Israel menanggapi serangan ini dengan serangan udara dan darat yang telah menyebabkan lebih dari 45.000 korban jiwa di Gaza, menurut laporan dari otoritas kesehatan setempat.

Sementara itu, Israel menanggapi tuduhan genosida ini dengan menyatakan bahwa serangan militer mereka bertujuan untuk memburu militan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya, bukan untuk menyerang warga sipil Palestina secara langsung.

Pemerintah Israel juga menegaskan bahwa mereka berusaha untuk memulihkan keamanan di wilayah mereka setelah serangan besar-besaran yang diluncurkan oleh Hamas pada awal Oktober 2023.

Paus Fransiskus, yang dikenal berhati-hati dalam memilih pihak dalam konflik-konflik besar, akhir-akhir ini semakin vokal dalam mengkritik serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hamas di Gaza.

 Namun, meskipun menyarankan penyelidikan lebih lanjut, Paus tetap mendorong dialog dan penyelesaian damai antara pihak-pihak yang terlibat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved