Minggu, 12 April 2026

Mihrab

Khutbah Jumat – Ustadz Juhaimi Tegaskan Hakikat Akhlak Dalam Bermedia Sosial

"Kita tidak hanya menjaga diri kita dari keburukan, tetapi juga aktif menciptakan kebaikan yang berdampak positif bagi banyak orang,” urainya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Seksi Bina Haji dan Advokasi Haji Reguler Kanwil Kemenag Aceh, H Juhaimi Bakri SAg MPd 

Khutbah Jumat – Ustadz Juhaimi Tegaskan Hakikat Akhlak Dalam Bermedia Sosial

SERAMBINEWS.COM - Salah satu adab dalam bermedia sosial yang sangat penting untuk diterapkan adalah memahami hakikat akhlak, yaitu menghormati dan menghargai orang lain.

Sebelum membagikan suatu informasi, kita harus memeriksa ulang kebenarannya.

Dengan demikian, kita telah mengedepankan kesadaran untuk menjaga adab dalam berkomunikasi di dunia maya, sebagaimana kita menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Seksi Bina Haji dan Advokasi Haji Reguler Kanwil Kemenag Aceh, H Juhaimi Bakri SAg MPd, akan menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum'at di Masjid Tuha Indrapuri (20/12/2024), bertepatan dengan 18 Jumadil Akhir 1446 H. 

“Islam menuntut kita tidak hanya menjaga lisan secara langsung, tetapi juga menjaga apa yang kita sampaikan melalui tulisan di media sosial,” ungkapnya. 

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Besar ini menjelaskan, disamping menjaga lisan, kita juga harus lebih bijak memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan dakwah dan kebaikan. 

“Jadikan media sosial sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat bagi umat, membawa maslahat, dan menguatkan keimanan,”

“Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga diri kita dari keburukan, tetapi juga aktif menciptakan kebaikan yang berdampak positif bagi banyak orang,” urainya.

Allah berfirman dalam surat Al Hujarat 11, yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. 

Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. 

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. 

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Menurut Juhaimi, salah satu wujud ketakwaan adalah menjaga lisan, terutama di era digital saat ini, di mana kata-kata dan informasi dapat dengan mudah tersebar melalui media sosial

“Menjaga lisan bukan sekadar menjaga ucapan kita secara lisan, tetapi juga termasuk dalam hal apa yang kita tulis dan bagikan akan terekam di jejak digital,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved