Internasional
Perang Rudal Ancam Dunia, Dipicu AS dan NATO, Rusia Sebar Misil Jarak Pendek dan Menengah
Rusia bersiap meninggalkan moratorium terhadap pendistribusian misil jarak pendek dan menengah.
Perang Rudal Ancam Dunia, Dipicu AS dan NATO, Rusia Sebar Misil Jarak Pendek dan Menengah
SERAMBINEWS.COM - Dunia diambang perang rudal.
Negara-negara besar pemilik banyak rudal dapat menjadi pemicu perang peluru kendali di masa depan.
Ini semua akibat ulah Amerika Serikat dan aliansi NATO yang menyebar berbagai rudal ke penjuru dunia.
Rusia dan China sebagai musuh bebuyutan AS dan NATO sudah memperingatkannya.
Akibatnya demi menjaga kedaulatannya, Rusia juga menyebar peluru kendali jarak pendek dan jarak menengah.
Keputusan Rusia ini dapat memicu perang Rudal yang melibatkan negara-negara besar, terutama dengan AS dan aliansi NATO.
Baca juga: Putin: Rudal Oreshnik Panasnya Capai 7.000 Derajat Fahrenheit, Bisa Mengubah Objek jadi Debu
Rusia bersiap meninggalkan moratorium terhadap pendistribusian misil jarak pendek dan menengah.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam sebuah wawancara dengan agensi berita RIA yang diterbitkan pada Minggu.
Lavrov menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas tindakan destabilizing Amerika Serikat dan NATO di bidang strategis.
Menurutnya, Rusia melihat peningkatan ancaman dari Amerika Serikat yang mulai menyebarkan senjata kelas ini di berbagai wilayah dunia.
"Saat ini jelas bahwa moratorium kita terhadap penyebaran misil pendek dan menengah tidak lagi praktis dan harus ditinggalkan," kata Lavrov.
"AS dengan arogan mengabaikan peringatan Rusia dan China dan secara praktis telah mulai menyebarkan senjata jenis ini di berbagai wilayah dunia."
Baca juga: VIDEO Media Israel Laporkan Serangan Besar di Stasiun Ashkelon, Hamas Punya Banyak Rudal
Pernyataan ini datang setelah AS menarik diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) pada tahun 2019.
Rusia sebelumnya menyatakan tidak akan menyebarkan senjata tersebut selama AS juga tidak melakukannya.
Keputusan Rusia untuk meninggalkan moratorium ini memicu kekhawatiran akan eskalasi senjata dan ketidakstabilan di Eropa dan dunia.
Perjanjian INF merupakan salah satu pilar penting dalam pengendalian senjata nuklir selama beberapa dekade.
Penarikan diri AS telah membuat keseimbangan kekuatan regional menjadi lebih rentan.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Rudal Rusia Kebal dari Sistem Pertahanan Udara Paling Modern Negara Barat
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Dunia Rentan Perang Rudal, Rusia Ikut Mendistribusikan Misil Jarak Pendek dan Sedang
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-uji-coba-rudal-rusia.jpg)