Kamis, 9 April 2026

Program Kalaju Mualem-Dek Fadh Bisa Sejahterakan Nelayan, Benarkah?

“Kami sudah menyiapkan berbagai program untuk mendukung kesejahteraan nelayan, di antaranya dengan membiayai alat tangkap ikan...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/SARA MASRONI
Mualem tiba sambil melempar senyum jelang deklarasi calon gubernur dan kepala daerah utusan Partai Aceh (PA) di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (25/8/2024). 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasangan Gubernur Aceh terpilih Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) dalam visi-misinya menyuarakan akan memperjuangkan nasib nelayan. Dalam beberapa kesempatan, Mualem menyampaikan beberapa program terkait kesejahteraan petani, salah satunya Kampung Nelayan Maju (Kalaju).

Juru Bicara Relawan Mualem-Dek Fadh, Faisal Jamaluddin dalam sebuah kesempatan menyampaikan, pembangunan sektor kelautan adalah bagian dari visi pihaknya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh dan mengurangi angka kemiskinan.

“Kami sudah menyiapkan berbagai program untuk mendukung kesejahteraan nelayan, di antaranya dengan membiayai alat tangkap ikan, menyediakan fasilitas tempat penyediaan ikan, dan membangun kampung nelayan yang maju,” kata Faisal saat kunjungan Mualem menghadiri Kenduri Laot dan Santunan Yatim yang diadakan Nelayan Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (13/11/2024).

Sementara Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar mengatakan, menurutnya Kampung Nelayan Maju akan menjadi percontohan di Aceh. Meski demikian, harus terintegrasi dengan sektor lain.

“Sehingga tak saja tertata, bersih, sehat, namun juga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Mulai dari pengelolaan sampah,  sampai budidaya perikanan,“ kata Azwir saat dihubungi Serambi, Rabu (25/12/2024).

Sekjen lembaga adat laut yang membawahi nelayan di Aceh itu berharap, program tersebut melibatkan berbagai komunitas dan perguruan tinggi. Salah satu targetnya yakni sentra industri perikanan harus tumbuh di provinsi paling ujung barat Indonesia ini.

“Kita juga berharap dari program ini akan ada perbaikan atau pengadaan sarana dan prasarana publik yang memadai, sehingga produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan nelayan akan benar benar terasa,” kata Azwir.

Dia mencontohkan pada musim panen ikan misalnya, harga akan sangat murah dan banyak ikan yang terbuang. Dengan demikian, bila ada sentra industri di kampung nelayan akan dapat diolah menjadi tepung ikan dan produk turunan perikanan.

Kemudian kaum ibu dapat berperan melalui koperasi atau UMKM dan membantu meningkatkan kebutuhan rumah tangga. 

Sekjen Panglima Laot Aceh itu berharap, pasangan gubernur terpilih dalam kebijakannya harus berpihak pada nelayan dan masyarakat kecil, sebab masyarakat miskin kebanyakan di pesisir Aceh.

Dikatakannya, salah satu masalah nelayan di Aceh adalah dangkalnya muara/kuala, itu sebabnya ada di ilegal mining dan penebangan hutan, perusakan lingkungan.

“Jadi, niat bagi gubernur terpilih untuk mensejahterakan masyarakat harus beriringan dengan menjaga lingkungan, termasuk hutan mangrove dan hutan pantai di seluruh Aceh,” pungkasnya. (*)

Konten ini merupakan bagian dari program fellowship Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved