Rabu, 15 April 2026

Kajian Islam

Hukum Puasa Rajab, Sunnah atau Bid'ah? Begini Penjelasan Buya Yahya

"Justru yang membid’ahkan itulah ahli bid’ah. Wallahu a’lam bish-shawab," pungkas Buya Yahya.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya menjawab pertanyaan terkait hukum puasa Rajab. 

SERAMBINEWS.COM - Puasa Rajab, sunnah atau bid'ah? Berikut penjelasan Buya Yahya

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah (LF PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025 M.

Kabar tersebut didasarkan dari hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada Selasa (31/12/2024) petang di sejumlah titik masing-masing daerah. 

Memasuki bulan Rajab, banyak orang melakukan puasa yang disebut sebagai puasa Rajab. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah bid'ah, benarkah demikian?

Terkait hal tersebut, KH Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau yang akrab disapa Buya Yahya meberikan penjelasan.

Awalnya, Buya Yahya mendapati pertanyaan dari salah seorang jamaah terkait puasa Rajab.

Baca juga: Ini Jadwal Puasa Rajab 2025 Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

"Assalamu’alaikum Wr. Wb. Buya, saya pernah mendengar sebagian orang, mereka berkata kalau puasa di bulan Rajab itu bid’ah. Apakah benar seperti itu Buya? mohon penjelasannya," demikian tanya jamaah tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan.

Menurut Buya Yahya seperti dikutip Serambinews.com dari laman buyayahya.org, Rabu (1/1/2025), bulan Rajab adalah buran haram yang dimuliakan oleh Allah SWT.

"Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Bulan Rajab adalah Bulan Haram yang dimuliakan Allah SWT," kata Buya.

Sebelum menjawab terkait puasa Rajab, Buya terlebih dulu menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Sementara itu sambung Buya, ada lima hari yang dilarang untuk menjalankan ibadah puasa.

"Puasa adalah sebaik-baik ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kapan saja, kecuali 5 hari yang dilarang. Hari-hari yang dilarang adalah 2 hari Raya dan 3 hari Tasyrik. Selain dari itu secara umum disunnahkan kita memperbanyak puasa," lanjutnya.

Lantas, bagaimana dengan puasa Rajab?

Adapun bulan Rajab kata Buya, adalah bulan mulia yang juga boleh kita berpuasa di dalamnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved