Kamis, 21 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Seorang Nelayan Aceh Barat Hilang Saat Melaut, Sudah 2 Hari Dicari, Tapi Belum Ditemukan

Tim gabungan masih terus menyisir lokasi hilangnya korban menggunakan kapal RIB Basarnas Meulaboh.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Tim Gabungan Pos SAR Meulaboh, Aceh barat, bersama TNI Polri saat bergerak mencari korban hilang di perairan Aceh Barat, Rabu (1/1/2025). 

Tim gabungan masih terus menyisir lokasi hilangnya korban menggunakan kapal RIB Basarnas Meulaboh.

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Sat Polairud Polres Aceh Barat bersama tim gabungan Pos SAR Aceh Barat Meulaboh, TNI AL, dan dan nelayan terus mencari M Sofyan (41), nelayan yang hilang di laut.

Pencarian pada Rabu (1/1/2025), di perairan Aceh Barat, setelah korban dilaporkan hilang sejak Senin (31/12/2024) malam.

Penyisiran dilakukan dalam radius 5 mil dari titik perkiraan korban jatuh, yaitu di koordinat N 040452 E 09542137.

Tim gabungan masih terus menyisir lokasi hilangnya korban menggunakan kapal RIB Basarnas Meulaboh.

Pencarian sejak pagi hingga sore masih berlangsung dengan penuh harapan untuk menemukan korban.

Pihak berwenang menyatakan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Setop Kebiasaan Baca Niat Doa Mandi Wajib di Kamar Mandi! UAS Jelaskan dan Kapan Waktu Membacanya

Koordinator Pos SAR Meulaboh, Juanda Sado kepada Serambinews.com, Rabu (1/1/2025), menyebutkan 18 personel terlibat dalam pencarian ini.

Rinciannya sebelas personel dari Pos SAR Meulaboh, tiga persenel TNI AL, tiga personel Polairud, dan satu nelayan.

"Pencarian masih terus kita lakukan, dan kami berharap korban segera ditemukan," ujar Juanda Sado.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana, melalui Kasat Polairud Iptu Suherman, mengungkapkan bahwa hari ini merupakan hari kedua pencarian korban.

"Kami terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian," kata Iptu Suherman.

Selain upaya pencarian yang dilakukan oleh petugas gabungan, warga setempat juga turut membantu dengan menggunakan boat tradisional. 

Baca juga: 10 Anak Pelaku Tawuran Bersenjata di Kutablang Bireuen Diserahkan ke Jaksa, Ditahan di Lapas

Kejadian bermula pada Minggu, 29 Desember 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, saat KM Bujang berangkat melaut dengan seorang nahkoda dan dua ABK.

Pada Senin malam, 30 Desember 2024, sekitar pukul 22.00 WIB, kapal tersebut sedang lego jangkar di perairan Aceh Barat, tepatnya di koordinat N 040452 E 09542137.

Sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin, 31 Desember 2024, Hendra (pawang kapal) terbangun dan mendapati pintu kamar mesin kapal terbuka.

Saat diperiksa, ia tidak mendapati lagi M Sofyan, korban yang hilang, tidak ada di dalam kapal.

Hendra bersama M Zain kemudian mencari sekitar satu mil dari lokasi kejadian, namun tidak menemukan korban.

Akhirnya, Hendra memutuskan untuk kembali ke Pangkalan di Gampong Padang Seurahet dan melaporkan kejadian tersebut ke Sat Polairud Polres Aceh Barat.

Baca juga: Malu Ajukan Resign, Pria di India Ini Potong 4 Jarinya Agar Bos Memecatnya dari Pekerjaan Komputer

Hendra, yang merupakan warga Desa Pucok Reudeup, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, bersama saksi lainnya, M. Zain (ABK KM Bujang), melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Menanggapi laporan tersebut, Sat Polairud, Basarnas, TNI AL, dan Panglima Laot segera melakukan rapat koordinasi untuk melaksanakan operasi pencarian.

Pencarian masih berlanjut.  (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved