Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Utara

Tokoh Masyarakat Aceh Utara Minta Pemerintah Pusat Perbaiki dan Pelebaran Jalan Nasional

Sejumlah tokoh masyarakat di Aceh Utara meminta Pemerintah Pusat memperbaiki dan melebarkan badan jalan nasional di sejumlah titik dalam kawasan kabup

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Imum Mukim Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tgk Abdullah H Ahmad menunjuk salah satu lokasi badan jalan yang sudah dipasang penanda adanya lubang agar pengguna jalan berhati-hati melintasinya 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sejumlah tokoh masyarakat di Aceh Utara meminta Pemerintah Pusat memperbaiki dan melebarkan badan jalan nasional di sejumlah titik dalam kawasan kabupaten tersebut.

Pasalnya kondisi jalan nasional, atau lintas Banda Aceh-Medan di kawasan Aceh Utara di sejumlah titik banyak terdapat lubang, sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan bila pengguna jalan terperosok, terutama roda dua.  

Salah satu lokasi yang dikhawatirkan warga saat ini rawan terjadi kecelakaan di kawasan Simpang Empat Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Di lokasi itu terdapat sejumlah lubang di badan jalan, sehingga warga harus memasang penanda ada lubang di badan jalan tersebut, agar pengguna jalan tidak terperosok.

“Saat ini kondisi badan jalan nasional banyak terdapat lubang yang sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Imum Mukim Krueng Geukueh Tgk Abdullah H Ahmad, kepadan Serambinews.com, Minggu (5/1/2024).

Baca juga: Mualem - Dek Fadh Minta Pelaku Penembakan Warga Aceh Dihukum Berat, Siap Berikan Bantuan Hukum

Lubang di badan jalan Simpang Empat Krueng Geukueh kata Waled Lah atau Waled Mukim-sapaan Tgk Abdullah, semakin membesar, karena sudah berlangsung lama.

Meskipun sudah berupaya diperbaiki hasil swadaya warga dengan cara disemen pada bagian lubang tersebut tapi tidak bertahan lama.

“Jadi memang harus diperbaiki disertai dengan pelebaran jalan. Karena selain banyak terdapat titik kerusakan jalan nasional, juga sudah sempit,” katanya.

Saat ini lebar badan jalan nasional di sejumlah titik dalam kawasan Aceh Utara masih sekitar 8 meter.

Sehingga bila berpapasan dua mobil truk di titik tersebut, pengguna jalan sepeda motor harus turun ke beram jalan, yang juga berpotensi terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Akibat Jalan Rusak Parah, Ibu di Aceh Timur Terpaksa Melahirkan di Tengah Perjalanan

Apalagi setiap tahunnya terjadi penambahan kendaraan roda dua dan empat yang cukup signifikan, sehingga kondisi jalan semakin sempit pada kondisi tertentu.

“Untuk pelebaran jalan sementara tidak harus pembebasan lahan, karena ada di sisi kiri dan kanan sekitar 2 meter, sehingga bila dilakukan pelebaran sisi kiri 1 sampai 1.5 meter, begitu juga sisi kanan,” katanya.

Panjang jalan yang harus diperbaiki dan pelebaran untuk kawasan Kecamatan Dewantara, sekitar kilometer.

Hal serupa juga disampaikan Bukhari tokoh Pemuda asal Kecamatan Samudera.

 “Kondisi jalan nasional dari Syamtalira Bayu dan ke Samudera juga masih sempit sekitar dua kilometer.

Dengan pertambahan kendaraan setiap tahunnya, kondisi lebar badan saat ini sudah sangat berisiko bagi pengguna jalan,” ujar Bukhari. (*)

Baca juga: Tentara Wanita Israel yang Ditawan di Gaza: Kami hanyalah Pion di Tangan Anda

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved