Kamis, 9 April 2026

Berita Bireuen

Satu Jembatan di Peudada Bireuen Putus, 315 Jiwa Warga Terisolasi

Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Terisolasi – Ratusan warga Desa Lawang, Peudada Bireuen sejak Senin (6/1/2025) terisolasi setelah jembatan permanen di Desa Hagu berbatasan dengan Lawang, Peudada Bireuen putus total dan ambruk. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

 

Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu jembatan permanen ukuran 8 x 6 meterdi perbatasan Desa Hagu dan Desa Lawang, Peudada Bireuen ambruk, Senin (6/1/2025).

Lokasi persis berjarak sekitar 2,5 KM arah selatan Keude Peudada Bireuen dibangun tahun 1986 lalu putus  total dan ambruk ke dasar anak sungai.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (6/1/2025) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi dan hasil panen berupa jagung, pisang, sawit dan lainnya tidak bisa diangkut lagi.

Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA didampingi anggotanya di lokasi
mengatakan, akses anak sekolah dan masyarakat Desa Lawang ke Peudada putus total.

Ekses lainnya, sebanyak 87 KK atau  315 Jiwa warga Desa lawang terisolir tidak bisa lagi menuju ke Peudada berbelanja berbagai kebutuhan pokok.

Sebaliknya ratusan warga Desa Hagu dan berbagai desa lainnya dari arah utara jembatan tidak bisa lagi ke Desa Lawang yang umumnya berkebun, memanen hasil bumi dan lainnya.

Kemudian, satu unit rumah permanen milik Darwinsyah ditempati bersama empat anggota keluarga  sudah ambruk sebagian dan terancam ambruk seluruhnya.

Darwinsyah kepada Serambinews.com mengatakan, sebelum jembatan ambruk hujan deras dan tiba-tiba terdengar brum bagian dapur ambruk ke sungai.

Ssetelah hujan deras melihat selain bagian belakang rumahnya
satu jembatan juga putus, abrasi meluas sampai ke tebing Krueng
Peudada sumber air irigasi Hagu.

Sejumlah warga yang hendak ke Lawang tidak bisa melintas lagi diantaranya M Sabri kepada Serambinews.com mengatakan, masyarakat berharap jembatan yang putus dan ambruk total
segera diperbaiki.  

Apabila tidak segera ditangani katanya berdampak luas pertama sulit memanen hasil kemudian ongkos angkut akan mahal.

Pj Keuchik Lawang, M Akmal yang didampingi Imum Mukim Krueng, H Hasbi Abdullah mengatakan, putusnya jembatan tersebut berdampak besar bagi ribuan warga Peudada Bireuen.

“Dampak besar tidak saja bagi warga Desa Lawang dan Hagu, tapi ribuan warga lainnya berkebun ke Lawang tidak bisa pergi ke kebun dan mengangkut hasil bumi,” ujarnya (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved