Berita Bireuen
Satu Jembatan di Peudada Bireuen Putus, 315 Jiwa Warga Terisolasi
Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu jembatan permanen ukuran 8 x 6 meterdi perbatasan Desa Hagu dan Desa Lawang, Peudada Bireuen ambruk, Senin (6/1/2025).
Lokasi persis berjarak sekitar 2,5 KM arah selatan Keude Peudada Bireuen dibangun tahun 1986 lalu putus total dan ambruk ke dasar anak sungai.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (6/1/2025) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Dampak besar dari musibah bencana alam tersebut sebanyak 87 kepala keluarga atau 315 jiwa warga Desa Lawang terisolasi dan hasil panen berupa jagung, pisang, sawit dan lainnya tidak bisa diangkut lagi.
Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA didampingi anggotanya di lokasi
mengatakan, akses anak sekolah dan masyarakat Desa Lawang ke Peudada putus total.
Ekses lainnya, sebanyak 87 KK atau 315 Jiwa warga Desa lawang terisolir tidak bisa lagi menuju ke Peudada berbelanja berbagai kebutuhan pokok.
Sebaliknya ratusan warga Desa Hagu dan berbagai desa lainnya dari arah utara jembatan tidak bisa lagi ke Desa Lawang yang umumnya berkebun, memanen hasil bumi dan lainnya.
Kemudian, satu unit rumah permanen milik Darwinsyah ditempati bersama empat anggota keluarga sudah ambruk sebagian dan terancam ambruk seluruhnya.
Darwinsyah kepada Serambinews.com mengatakan, sebelum jembatan ambruk hujan deras dan tiba-tiba terdengar brum bagian dapur ambruk ke sungai.
Ssetelah hujan deras melihat selain bagian belakang rumahnya
satu jembatan juga putus, abrasi meluas sampai ke tebing Krueng
Peudada sumber air irigasi Hagu.
Sejumlah warga yang hendak ke Lawang tidak bisa melintas lagi diantaranya M Sabri kepada Serambinews.com mengatakan, masyarakat berharap jembatan yang putus dan ambruk total
segera diperbaiki.
Apabila tidak segera ditangani katanya berdampak luas pertama sulit memanen hasil kemudian ongkos angkut akan mahal.
Pj Keuchik Lawang, M Akmal yang didampingi Imum Mukim Krueng, H Hasbi Abdullah mengatakan, putusnya jembatan tersebut berdampak besar bagi ribuan warga Peudada Bireuen.
“Dampak besar tidak saja bagi warga Desa Lawang dan Hagu, tapi ribuan warga lainnya berkebun ke Lawang tidak bisa pergi ke kebun dan mengangkut hasil bumi,” ujarnya (*)
| Korban Banjir di Gandapura Bireuen Belum Dibangun Hunian Tetap, Minta Didata Ulang |
|
|---|
| Bupati Bireuen Serahkan Raqan Penyertaan Modal untuk PDAM kepada DPRK |
|
|---|
| Kadis Sosial Bireuen: Operator Desa Sudah Dilatih untuk Perbaiki Data Desil |
|
|---|
| PT Takabeya Perkasa Group Bangun Rumah untuk Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
| Korban Banjir di Gandapura Bireuen Minta Didata Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fF20250106yus1.jpg)