Berita Lhokseumawe 

Wanita Paruh Baya asal Bireuen Ditemukan Terlantar & Depresi di Lhokseumawe, Satpol PP Bawa ke Dayah

Wanita yang diduga mengalami depresi tersebut langsung dibawa ke Dayah Berakhlak MHM-TIMS atau Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Heri Maulana 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe pada Selasa (7/1/2025) dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIB, menjemput seorang wanita paruh baya yang diduga terlantar di depan sebuah kios kawasan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Selanjutnya, wanita yang diduga mengalami depresi tersebut langsung dibawa ke Dayah Berakhlak MHM-TIMS atau Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh.

Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Heri Maulana menjelaskan, penjemputan wanita yang diduga depresi ini diawali adanya laporan masyarakat yang masuk melalui program inovasi "LAPOR PAK WH".

Di mana dilaporkan ada seorang ibu yang duduk di depan kios salah seorang warga di Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu.

"Sehingga saya langsung memerintahkan personel yang bertugas untuk melakukan pengecekan ke lapangan," tegasnya.

Hasil pengecekan, papar Kasatpol PP dan WH, memang benar ada seorang ibu di depan kios tersebut. 

Di mana akhirnya diketahui wanita tersebut bernama Mariani, warga Kabupaten Bireuen.

"Setelah diambil keterangan, maka diduga dia mengalami depresi. Dia pun tidak bisa mengetahui secara pasti di mana alamat tempat tinggalnya," papar Heri.

Karena kondisi tersebut, maka wanita paruh baya itu pun langsung dibawa ke Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh yang merupakan panti sosial, sambil menunggu kesembuhannya.

"Alhamdulillah, hari ini ibu tersebut sudah diambil oleh pihak keluarga kembali," katanya.

Pada kesempatan ini, Heri mengimbau kepada masyarakat apabila ada anggota keluarga mengalami depresi, bisa antarkan langsung ke Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh atau bisa menghubungi pihaknya.

"Di dayah tersebut banyak juga tunawisma yang dulunya ODGJ mondok disitu,” beber dia. 

“Jadi harapan kami kepada seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe untuk dapat bekerja bersama-sama guna mensukseskan Kota Lhokseumawe tertib, aman, dan nyaman berlandaskan syariat Islam," harapnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved