Aceh Besar
Antisipasi PMK, Hewan Ternak di Pasar Hewan Sibreh Dilakukan Sterilisasi Desinfektan
Puluhan hewan ternak yang dijual di Pasar Hewan Sibreh dilakukan penyemprotan desinfektan sebagai upaya untuk...
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Puluhan hewan ternak yang dijual di Pasar Hewan Sibreh dilakukan penyemprotan desinfektan sebagai upaya untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rabu (8/1/2024).
Penyemprotan desinfektan itu menyasar ternak yang masuk dari luar Aceh Besar seperti Pidie, Bireuen, Aceh Utara yang dijual di pasar tersebut.
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto mengatakan, penyemprotan itu dilakukan lantaran pihaknya menerima informasi bahwa PMK tersebut kembali menyerang ternak masyarakat di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
"Sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit ini, kita melakukan sterilisasi pasar hewan serta ternak yang masuk ke sini," kata Iswanto.
Pasar hewan Sibreh merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Aceh yang menampung ternak dari berbagai daerah di Aceh pada setiap hari Rabu. Langkah cepat itu dilakukan untuk mencegah peredaran virus PMK menyerang ternak seperti tahun 2022 lalu.
Ia berharap, kepada para peternak apabila terdapat gejala pada ternaknya, agar segera melaporkan kepada Dinas Pertanian Aceh Besar melalui Gugus Tugas Penanganan PMK maupun petugas kesehatan ternak.
"Tahun 2022 lalu, Aceh Besar menjadi daerah terparah terjangkit PMK yang mencapai 12 ribu ekor lebih yang terjangkit," pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi mengatakan, langkah cepat Pj Bupati Aceh Besar untuk mengantisipasi merebaknya PMK ke Aceh Besar sangat tepat, karena jika kasus tersebut merebak akan sangat merugikan para peternak.
"Langkah antisipasi ini sangat tepat, para peternak pun sangat kooperatif mengikuti prosedur yang kita tetapkan ini. Karena mereka sudah merasakan bagaimana kerugian yang dialami tahun 2022 lalu saat PMK ini terjangkit pada ternak," tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.