Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Perang Gaza

Qatar Serahkan Draf 'Final' Perjanjian Gencatan Senjata Gaza ke Israel dan Hamas

Para pejabat AS berlomba-lomba untuk mencapai kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata di Gaza sebelum Biden lengser dari jabatannya pada tanggal

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/instagram
Salah satu sandera Israel yang dibebaskan Hamas pada Senin malam. Sebagai imbalannya 33 tahanan anak dan wanita Palestina juga dibebaskan dari penjara Israel. 

SERAMBINEWS.COM - Mediator Qatar telah menyerahkan kepada Israel dan Hamas draf 'final' perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera yang dirancang untuk mengakhiri perang di Gaza.

Seorang pejabat yang diberi pengarahan mengenai negosiasi tersebut mengatakan kepada Reuters pada Senin (13/1/2025).

Sebuah terobosan dicapai di Doha setelah tengah malam menyusul pembicaraan antara kepala mata-mata Israel, utusan Timur Tengah Presiden terpilih Trump, dan perdana menteri Qatar, kata pejabat tersebut.

Dilansir dari kantor berita Reuters pada Senin (13/1/2025), presiden AS Joe Biden berbicara pada hari Minggu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kata Gedung Putih. 

Baca juga: Israel Bunuh 70 Anak Gaza dalam 5 Hari

Para pejabat AS berlomba-lomba untuk mencapai kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata di Gaza sebelum Biden lengser dari jabatannya pada tanggal 20 Januari.

Biden dan Netanyahu membahas upaya yang sedang dilakukan untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan pertempuran di daerah kantong Palestina dan membebaskan sandera yang tersisa di sana, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon.

Biden menekankan perlunya segera gencatan senjata di Gaza dan pemulangan para sandera dengan lonjakan bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan oleh penghentian pertempuran berdasarkan kesepakatan tersebut.

Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah pejuang Hamas menyerbu perbatasannya pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.

Sejak itu, lebih dari 46.000 orang telah terbunuh di Gaza, menurut pejabat kesehatan Palestina, dengan sebagian besar wilayah kantong itu hancur dan dilanda krisis kemanusiaan, dan sebagian besar penduduknya mengungsi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved