Breaking News
Jumat, 24 April 2026

Berita Kutaraja

Wujudkan Keluarga Samara, TP PKK Aceh Ajak Kaum Ayah Kerja Sama Bina Rumah Tangga

“Ayah adalah sosok penting dalam upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah," ujar Safriati.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Humas Pemerintah Aceh
Pj Ketua TP PKK Aceh, Safriati menyampaikan materi pada Sekolah Keluarga Samara TP PKK Aceh Angkatan VI di Anjong Mon Mata Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (15/1/2025). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pj Ketua TP PKK Aceh, Safriati mengatakan, kaum pria atau sosok ayah adalah pihak yang paling berperan penting dalam upaya membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (Samara). 

Karena itu, kaum pria tidak boleh menyerahkan seluruh permasalahan rumah tangga hanya kepada istri.

Penegasan tersebut disampaikan Safriati saat memberi materi pada Sekolah Keluarga Samara TP PKK Aceh Angkatan VI di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (15/1/2025).

“Ayah adalah sosok penting dalam upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Tanpa bimbingan dan kontribusi sosok seorang ayah, maka upaya mewujudkan keluarga Samara tidak akan pernah terwujud,” ujar Safriati.

Karena itu, Safriati mengingatkan, kaum pria sebagai seorang ayah harus turut berperan penting dalam menjaga anak-anak demi mewujudkan keluarga Samara.

“Jika ingin membangun keluarga yang Samara, maka jangan kotak-kotakkan tugas dan peran. Semua harus bekerja sama, saling mengisi, saling melengkapi karena membangun keluarga bukanlah pekerjaan sebentar tetapi sepanjang masa, seumur hayat,” katanya.

Safriati mengungkapkan, berdasarkan penelitian, anak-anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya cenderung agresif dengan lawan jenisnya. Hal itu dinilai akan sangat berbahaya saat anak perempuan memasuki usia remaja. 

Oleh karena itu, kata dia, ayah harus membangun kedekatan, membuat anak-anaknya benar-benar merasa nyaman dan aman dengan kehadiran sang ayah.

Di sisi lain, Safriati juga mengingatkan para orang tua untuk mengurangi akses anak pada gawai, internet, dan game online yang saat ini marak di tengah masyarakat. 

“Untuk jangka pendek, game online pada gawai mungkin akan membuat anak tenang dan mudah dikontrol. Namun efek jangka panjangnya akan berpengaruh pada hubungan sosial anak, serta mengganggu mentalnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di era saat ini, orang tua juga harus benar-benar mengontrol anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan LGBT.

“Karena itu, sekali lagi saya mengajak kita semua, terutama kaum ayah, untuk bekerja sama, bekerja ekstra dalam menjaga dan membina rumah tangga dalam upaya mewujudkan keluarga Samara,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved