Berita Aceh Tamiang
Waspada, Aceh Tamiang Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga 20 Januari
Kabupaten Aceh Tamiang masuk dalam status siaga bencana hidrometeorologi. Bencana ini berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor dan angin kencang
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kabupaten Aceh Tamiang masuk dalam status siaga bencana hidrometeorologi.
Bencana ini berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery menyammaikan peringatan ini berdasarkan surat terusan BMKG kepada BPBA pada 11 Januari.
Disampaikan kalau bencana ini akibat aktifnya gelombang atmosfer rossby ekuatorial serta terpantau adanya daerah belokan angin dan daerah konvergensi yang berpeluang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Aceh.
Kemudian kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan utara dan barat Aceh yang dapat meningkatkan potensi penguaapan.
Baca juga: Tergerus Hujan, Jalan Batangara Aceh Tamiang Ambles 10 Meter
“Potensinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dn angin kecang yang dapat menyebaban bencana hidrometeorologi sepeti banjir, tanah longsor dan angin kencang,” kata Iman Suhery, Sabtu (18/1/2025).
Dari amatan bencana ini terjadi pada periode, 11 sampai 15 Januari dan 16 sampai 20 Januari. Aceh Tamiang sendiri diprediksi menghadapi bencana ini pada peiode kedua.
“Kami imbau masyarakat waspada karena dalam beberapa hari terakhir kita sudah mengalami intensitas hujan tinggi,” kata Bayu, sapaan Iman.
Bayu menyampaikan kalau pihaknya sudah menyosialisasikan informasi ini kepada seluruh jajaran sebagai bentuk antisipasi dini.
Baca juga: BPBD Aceh Tamiang Kerahkan Alat Berat, Jalur Lubuksidup Sudah Bersih dari Timbunan Longsor
Di sisi lain, dia juga berharap masyarakat tidak mengabaikan peringatan ini untuk menghindari ancaman bencana yang lebih besar.
Sebagai gambaran, dalam dua hari terakhir sejumlah kecamatan di daerah ini dilanda banjir yang disebabkan curah hujan tinggi.
Banjir ini disusul bencana tanah longsor di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak dan Kampung Batangara, Kecamatan Bandarpusaka.
Meski tidak merenggut korban, bencana ini sempat mengganggu mobilisasi masyarakat, mengingat titik longsor merupakan akses utama transportasi masyarakat.
“Sejauh ini titik longsor sudah berhasil kita bersihkan, jalur transportasi sudah normal, tapi masyarakat tetap harus wasapda,” kata Bayu. (mad)
Baca juga: Ayah Bakar Anak Gadisnya, Bermula Dituduh Curi Uang Rp 100 Ribu, Padahal Korban Sudah Membantah
| Sudah 24 Jam, Kebakaran Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Tamiang Belum Padam |
|
|---|
| Fenomena Pelajar Bawa Kendaraan, Orang Tua Dianjurkan Antar Anak ke Sekolah |
|
|---|
| Tujuh Kasus Laka Lantas Melibatkan Pelajar Terjadi di Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Psikolog Sorot Maraknya Anak di Bawah Umur Bawa Motor ke Sekolah, Ini Dampaknya |
|
|---|
| Fenomena Pelajar di Aceh Tamiang Bawa Sepeda Motor ke Sekolah, Satlantas Siapkan Regulasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aceh-tamiang_jalan-amblas.jpg)