Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Tergerus Hujan, Jalan Batangara Aceh Tamiang Ambles 10 Meter

Jalan raya di Kampung Batangara, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang ambles dampak meningkatnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Jalan raya di Batangara, Bandarpusaka, Aceh Tamiang ambles tergerus air hujan. Masyarakat bersama Babinsa sudah memasang pagar pembatas untuk mencegah pengendara terjebak, Sabtu (18/1/2025) 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Jalan raya di Kampung Batangara, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang ambles dampak meningkatnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.

Camat Bandarpusaka, Cakra Agie Winapati mengatakan musibah ini terjadi Jumat (17/1/2025) kemarin. 

Guguran tanah yang ambles nyaris separuh jalan raya, sehingga berpotensi mengkhawatirkan keselamatan pengendara.

“Jalan jadi menyempit, ini bisa membahayakan warga,” kata Cakra, Sabtu (18/1/2025).

Baca juga: BPBD Aceh Tamiang Kerahkan Alat Berat, Jalur Lubuksidup Sudah Bersih dari Timbunan Longsor

Sebagai antisipasi, msyarakat bersama Babinsa sudah bergotong-royong membersihkan area sekaligus memasang pembatas. 

Tali pembatas yang dipasang sepanjang 10 meter mengikuti panjang tanah yang ambles.

Berdasarkan kesaksian warga, tanah ambles di daerah ini sangat rentan terjadi karena menjadi lintasan air ketika intensitas hujan tinggi.

 Derasnya aliran dari wilayah hulu membuat aspal sering tergerus yang berujung terjadinya longsor.

Diketahui dampak curah hujan tinggi ini juga menyebabkan longsor di Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Sabtu (18/1/2025).

Baca juga: Masa Jabatan Kepala Desa Menjadi Delapan Tahun, Datok Penghulu Kampung Kesehatan Kurang Sepakat

Datok Penghulu Kampung Lubuksidup, Ibrahim menyampaikan musibah ini terjadi pagi hari saat hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang.

Datok Penghulu Kampung Lubuksidup, Ibrahim mennjelaskan titik longsor berada di Dusun Lubukbertih yang merupakan akses utama ke daerah hulu. 

Material longsor berupa tanah dan pepohonan sempat menutup total akses jalan.

“Warga sempat bergotong-royong biar bisa dilewati warga, minimal sepeda motor bisa lewat,” kata Ibdrahim.

Ibrahim mengapresiasi inisiatif warga mengingat akses itu merupakan jantung utama ke sejumlah kampung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved