Minggu, 12 April 2026

Perang Gaza

Netanyahu: Israel Punya Hak Berperang Kembali di Gaza setelah Gencatan Senjata

Dalam komentar yang diunggah di X tak lama setelah memberikan pidato panjang, Netanyahu menegaskan kembali bahwa, "Israel adalah negara yang menang ka

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Al Jazeera
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Lebanon bisa menghadapi kehancuran seperti Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato yang mengatakan bahwa ia mendapat dukungan dari AS untuk memulai kembali pertempuran di Gaza dengan cara baru yang lebih kuat dalam fase kedua gencatan senjata.

Pemerintah koalisi Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata Gaza dengan Hamas yang akan mulai berlaku pada pukul 06:30 GMT pada hari Minggu atau pukul 08.30 waktu setempat, atau pukul 13.30 WIB.

Dalam komentar yang diunggah di X tak lama setelah memberikan pidato panjang, Netanyahu menegaskan kembali bahwa, "Israel adalah negara yang menang karena mereka menolak untuk menyerah kepada mereka yang bangkit melawan kita untuk menghancurkan kita.”

“Saya katakan kepada Anda – kampanye belum berakhir,” katanya. 

“Perjalanan yang panjang dan penuh tantangan masih terbentang di hadapan kita. Ini bukan saatnya untuk memecah belah dan menyebar, ini saatnya untuk bersatu dan terhubung.”

Baca juga: WHO Siapkan Rumah Sakit Lapangan Siap Pakai, 4.000 Truk Bantuan Bersiap Masuk Gaza

Perdana Menteri Israel telah menyampaikan pidato pertamanya sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan. 

Lebih rinci berikut ini pernyataannya:

Tahap pertama kesepakatan adalah gencatan senjata sementara.

Israel tetap memiliki hak untuk melanjutkan perang di Gaza dan mendapat dukungan AS untuk melakukannya jika tahap kedua gencatan senjata tidak membuahkan hasil. Jika Israel harus kembali berperang, Israel akan melakukannya dengan cara baru yang lebih kuat.

Israel telah menetapkan sejumlah syarat sebelum menerima kesepakatan tersebut, termasuk mempertahankan akses ke Koridor Philadelphia, jalur sempit di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir, dan zona penyangga di sepanjang perbatasan Gaza. Militernya akan mempertahankan kendali atas wilayah tersebut dan meningkatkan kehadirannya.

Kesepakatan gencatan senjata itu dicapai karena Hamas mengubah pendiriannya terhadap kesepakatan itu, setelah tentara Israel melemahkan poros Iran dengan membunuh para pemimpin senior Hamas dan Hizbullah. Karena itu, Hamas menyetujui persyaratan yang sebelumnya ditolak.

Israel telah mengubah wajah dan realitas Timur Tengah.

Netanyahu menyatakan kesepakatan gencatan senjata sebagai kemenangannya

Ini adalah kesepakatan yang sebenarnya tidak ingin dibuat oleh Netanyahu.

Dalam pidatonya, ia menyampaikannya seolah-olah ini adalah kemenangannya dan kemenangan Israel, dengan mengatakan, kita memiliki keunggulan, dan kita telah mengubah wajah dan realitas Timur Tengah seperti dilansir dari Al Jazeera.

Ia mengatakan bahwa ia mempunyai hak, yang disetujui oleh Amerika, untuk kembali berperang jika Hamas tidak menaati kesepakatannya.

Ia menggambarkannya seolah-olah Israel memperoleh kesepakatan ini, bahwa Israel berhasil membuat Hamas menyerah pada persyaratan tertentu, bahwa Israel berhasil membuat Hamas menyetujui kesepakatan ini karena serangan militer Israel terhadap kelompok tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved