Perang Gaza
Trump Berulah Lagi, Minta Warga Gaza Dipindahkan ke Yordania dan Mesir
Ia memperkirakan bahwa mungkin satu setengah juta orang dapat dipindahkan, seraya menambahkan, "Kami hanya membersihkan seluruh tempat itu. Anda tahu,
SERAMBINEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengusulkan rencana kontroversial untuk membersihkan Gaza dari penduduk asli melalui pengusiran massal ke negara tetangga Mesir dan Yordania, dan membingkai usulan tersebut sebagai langkah menuju "perdamaian Timur Tengah."
Dengan menyebut Gaza sebagai "lokasi pembongkaran" setelah genosida Israel , Trump mengungkapkan bahwa ia telah membahas gagasan tersebut dengan Raja Yordania Abdullah II dan merencanakan pembicaraan lebih lanjut dengan pimpinan Mesir.
"Saya ingin Mesir menerima orang-orang. Dan saya ingin Yordania menerima orang-orang," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, Sabtu.
Ia memperkirakan bahwa mungkin satu setengah juta orang dapat dipindahkan, seraya menambahkan, "Kami hanya membersihkan seluruh tempat itu. Anda tahu, selama berabad-abad, tempat itu telah mengalami banyak sekali konflik. Dan saya tidak tahu, sesuatu harus dilakukan."
Baca juga: Al-Qassam Rilis Video Operasi Penyergapan Maut, Sniper dan Peledakan Tank Markava di Gaza Utara
Trump menyarankan relokasi tersebut bisa bersifat sementara atau berpotensi permanen. "Saat ini, tempat itu benar-benar seperti lokasi pembongkaran, hampir semuanya dihancurkan dan orang-orang meninggal di sana," katanya.
Saat mengusulkan kerja sama dengan negara-negara Arab, Trump berkata, "Saya lebih suka terlibat dengan beberapa negara Arab dan membangun perumahan di lokasi berbeda di mana mereka mungkin bisa hidup dengan damai untuk perubahan."
Kushner desak pengusiran warga Gaza demi kota tepi laut
Dalam konteks yang sama, menantu Trump dan penasihat senior kebijakan luar negeri, Jared Kushner, pada bulan Maret menyerukan pengusiran massal warga Palestina dari Jalur Gaza dan pengembangan kawasan perairan di wilayah yang terkepung tersebut.
Dalam wawancara di Universitas Harvard dengan Profesor Tarek Masoud, Kushner menganjurkan pembersihan warga Palestina dari Jalur Gaza sementara Israel melanjutkan perang genosida.
"Properti tepi laut Gaza bisa sangat berharga … jika orang-orang fokus membangun mata pencaharian," kata Kushner kepada Masoud, ketua fakultas Inisiatif Timur Tengah Universitas Harvard.
"Ini merupakan situasi yang sedikit tidak menguntungkan di sana, tetapi dari sudut pandang Israel, saya akan melakukan yang terbaik untuk memindahkan orang-orang keluar dan kemudian membereskannya," kata Kushner dengan santai, saat ia menyarankan pembersihan etnis terhadap lebih dari 2 juta warga Palestina.
Pernyataan Trump juga menggambarkan sikap menteri-menteri Israel yang ekstremis, seperti Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, yang menganjurkan agar warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza meninggalkan wilayah tersebut untuk memberi jalan bagi para pemukim Israel, yang dapat "membuat gurun berkembang."
Pernyataan tersebut menegaskan kembali pendekatan ekspansionis dan rasis pendudukan Israel, yang telah tercermin dalam tindakan militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Palestina dan kelompok hak asasi manusia mengutuk pembersihan etnis Israel di Gaza
Perlu dicatat bahwa banyak tokoh Palestina dan organisasi hak asasi manusia internasional telah berulang kali menekankan bahwa pendudukan Israel sedang melakukan kampanye pembersihan etnis untuk mengusir penduduk Jalur Gaza yang diblokade.
Kantor Media Pemerintah Gaza menekankan pada Oktober lalu bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari "rencana pendudukan dan pemindahan paksa Amerika-Israel yang paling berbahaya," dan menggambarkannya sebagai "skema terbesar dan paling berbahaya di abad ke-21."
Mereka juga memperingatkan masyarakat internasional dan semua organisasi internasional bahwa pasukan pendudukan Israel terlibat dalam tindakan pemberantasan yang jelas-jelas, perang untuk melenyapkan warga sipil, dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|