Berita Luar Negeri
Dunia 24 Jam: Uni Eropa Janji Balas Dendam ke Trump, Rusia Menderita di Donbass, Iran Pamerkan Rudal
Sorotan utama datang dari Uni Eropa mengancam akan membalas kebijakan tarif pajak yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Dunia 24 Jam: Uni Eropa Janji Balas Dendam ke Trump, Rusia Menderita di Donbass, Iran Pamerkan Rudal
SERAMBINEWS.COM - Dunia internasional kembali diramaikan oleh sejumlah perkembangan besar dalam 24 jam terakhir, Senin (3/2/2025).
Sorotan utama datang dari Uni Eropa mengancam akan membalas kebijakan tarif pajak yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kemudian militer Rusia mengalami kerugian besar dalam pertempuran di Donbass.
Sementara Iran kembali menunjukkan kekuatannya dengan memamerkan rudal terbaru dan tercanggih mereka.
Berikut sorotan dunia dalam 24 jam terakhir, Senin (3/2/2025).
1. Pernyataan Baru Trump Soal Tarif Pajak
Dalam sebuah posting di jaringan sosial Truth pada Minggu (2/2/2025), Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa rakyat Amerika dapat terpengaruh oleh kebijakan pajaknya.
“Apakah itu akan menyakitkan? Mungkin iya dan mungkin juga tidak, tetapi kita akan membuat Amerika hebat lagi dan itu akan sepadan,” tulis Trump.
Sehari sebelumnya, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan pajak sebesar 25 persen pada sebagian besar barang dari Kanada dan Meksiko dan pajak sebesar 10 % pada semua barang yang diimpor dari China.
"Amerika Serikat memiliki defisit perdagangan yang besar dengan Kanada, Meksiko, dan Cina, serta banyak negara lainnya,”
“Negara-negara ini memiliki utang sebesar USD 36 triliun. Kita tidak akan lagi menjadi 'negara bodoh'," kata Trump.
Presiden AS itu mengatakan tarif baru ditujukan untuk mengatasi keadaan darurat obat fentanil dan imigrasi ilegal.
Ia meminta ketiga negara untuk mengambil tindakan lebih kuat untuk menghentikan aliran fentanil ke AS.
Menurut para ahli, pajak baru Trump dan kemungkinan pembalasan dari Kanada, Meksiko, dan China dapat memperlambat ekonomi AS dan meningkatkan harga konsumen, terutama harga bahan bakar.
2. Uni Eropa Ancam Balas Pajak Trump
Uni Eropa (UE) mengatakan akan membalas jika Trump menaikkan tarif pada barang-barang blok tersebut, setelah AS mengenakan tarif 25?n 10 % pada tiga mitra terbesarnya, Kanada, Meksiko, dan China.
“Uni Eropa menyesalkan keputusan AS untuk mengenakan tarif pada Kanada, Meksiko, dan China. Tarif akan meningkatkan biaya bisnis, merugikan konsumen, menyebabkan gangguan ekonomi yang tidak perlu, dan meningkatkan inflasi, yang akan merugikan semua orang,” kata juru bicara Komisi Eropa, Minggu (2/2/2025).
Juru bicara tersebut menekankan bahwa hubungan perdagangan dan investasi antara AS dan UE adalah yang terbesar di dunia.
Ia menegaskan bahwa UE masih bertekad untuk "mempromosikan pembangunan ekonomi dan stabilitas dalam kerangka sistem yang kuat dan berbasis perdagangan."
Namun, juru bicara tersebut juga memperingatkan bahwa Uni Eropa akan menanggapi dengan tegas setiap mitra dagang yang mengenakan tarif tidak adil atau sewenang-wenang pada barang-barang blok tersebut.
"Pada titik ini, UE tidak mengetahui adanya tarif tambahan yang dikenakan oleh AS," tambah juru bicara tersebut.
Pada 31 Januari 2025, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ‘sangat mungkin’ AS akan mengenakan tarif pada barang-barang yang diimpor dari UE.
3. Ukraina klaim Rusia menderita kerugian besar di Donbass
Komandan militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi mengatakan pada Minggu (2/2/2025), bahwa negaranya telah melumpuhkan 15.000 tentara Rusia dalam pertempuran di garis depan Pokrovsk.
Syrskyi mengatakan benteng pertahanan Pokrovsk merupakan salah satu titik pertempuran paling sengit dan bahwa tujuan Ukraina adalah untuk menimbulkan kerusakan yang signifikan terhadap Rusia.

“Pada bulan Januari saja, kami melumpuhkan 15.000 tentara musuh di Pokrovsk, sekitar 7.000 di antaranya adalah tentara Rusia yang tewas,” kata Syrskyi, menurut Kyiv Independent.
Menurut penilaian kelompok analisis DeepState, yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Ukraina, Rusia memusatkan 44 % kemampuan ofensifnya di garis depan Pokrovsk – pusat logistik penting di wilayah Donetsk.
Viktor Trehubov, juru bicara kelompok pasukan Khortytsia Ukraina, mengonfirmasi bahwa Rusia masih berusaha mengepung kota Pokrovsk, meskipun kemajuannya agak lambat.
Intensitas tertinggi serangan Rusia di garis depan tercatat pada paruh kedua Desember tahun lalu, menyusul serangan intensif pada akhir November, kata Trehubov.
4. Iran Pamerkan Rudal Balistik Berpemandu Tercanggih
Iran pada Minggu (2/2/2025), meluncurkan rudal balistik Etemad paling modernnya.
Rudal tersebut membawa hulu ledak berpemandu dengan jangkauan sekitar 1.700 km.
Rudal tersebut diperkenalkan pada pameran prestasi Kementerian Pertahanan Iran di ibu kota Teheran.

Tidak banyak yang diketahui tentang rudal baru itu, namun panjangnya 16 meter, diameter 1,25 meter, memiliki jangkauan 1.700 kilometer, dan dilengkapi dengan sistem pemandu untuk mengendalikan hulu ledak hingga mengenai sasaran.
“Pengembangan kemampuan pertahanan dan teknologi ruang angkasa ditujukan untuk pencegahan, memastikan tidak ada pihak yang berani menyerang Iran,” kata Presiden Masoud Pezeshkian di pameran tersebut.
Ia menekankan kemampuan militer Iran untuk tujuan pertahanan diri saja.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
India Nyatakan Perang Dagang dengan AS usai Trump Berlakukan Tarif 50 Persen |
![]() |
---|
Trump Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi Departemen Perang |
![]() |
---|
Update Terbaru Runtuhnya Jembatan di Sungai Kuning China: 12 Tewas dan 4 Hilang |
![]() |
---|
FBI Geledah Rumah Eks Penasihat Trump, Diduga Terkait Tulisan ‘Segunung Fakta’ dan Bocornya Rahasia |
![]() |
---|
Kisah Pernikahan Kilat Pegawai Bank, Nikahi Pasangannya 4 Kali Dalam Sebulan, Alasannya Karena Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.