Jumat, 17 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Anjlok Disebabkan Dolar AS Menguat Akibat Tarif Trump

harga emas spot turun 0,6 persen menjadi $2.784,84 per ons, sementara harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi $2.825,80.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Foto hasil AI ChatGPT
HARGA EMAS - Update harga emas hari ini, 3 Februari 2025 spot turun 0,6 persen 

SERAMBINEWS.COM-Harga emas turun pada awal perdagangan pada hari Senin (3/2/2025), tertekan oleh menguatnya dolar AS.

Hal ini terjadi karena kekhawatiran tentang perang perdagangan global setelah Presiden AS, Donald Trump, mengenakan tarif besar-besaran pada Kanada, Meksiko, dan China pada akhir pekan.

Dilansir dari kantor berita Reuters pada Senin (3/2/2025), harga emas spot turun 0,6 persen menjadi $2.784,84 per ons, sementara harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi $2.825,80.

Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tiga minggu, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Trump mengenakan tarif 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen pada barang-barang dari China, yang akan berlaku mulai hari Selasa.

Kanada dan Meksiko merespons dengan rencana pembalasan tarif, sementara China mengatakan akan melawan tarif ini di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Meskipun tarif ini bisa menyebabkan inflasi, banyak orang beralih ke emas sebagai tempat aman untuk berinvestasi, karena emas dianggap sebagai perlindungan dari inflasi dan ketidakpastian politik.

Sekitar 12,9 juta ons emas telah dikirim ke gudang-gudang COMEX, yang merupakan jumlah tertinggi sejak Juli 2022, karena banyak investor mencari emas sebagai aset aman.

Namun, harga emas juga tertekan oleh aksi ambil untung setelah harga sempat mencapai lebih dari $2.800, yang merupakan level tertinggi sepanjang masa di $2.817,23.

Selain emas, harga perak turun 1,2 persen menjadi $30,94 per ons, platinum turun 1,1 persen menjadi $967,20, dan paladium turun 0,5 persen menjadi $1.003,26.

Selain itu, ada beberapa data ekonomi yang akan dirilis hari ini, termasuk laporan PMI manufaktur dari berbagai negara dan data inflasi dari Uni Eropa.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved