Berita Banda Aceh
Ormas Islam di Aceh Minta Peran dan Fungsi WH Dikembalikan ke Dinas Syariat Islam
Salah satu poin aspirasi Ormas Islam kepada Pemerintah Aceh adalah mengembalikan peran dan fungsi Wilayatul Hisbah (WH) kepada Dinas Syariat Islam.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Dihadapan MPU, Ormas Islam di Aceh Minta Peran dan Fungsi WH Dikembalikan ke Dinas Syariat Islam
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Aceh mengusulkan peran dan fungsi Wilayatul Hisbah (WH) dikembalikan kepada Dinas Syariat Islam.
Aspirasi ormas Islam ini diusulkan dalam pertemuan dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, di Gedung Serbaguna Tgk H Abdullah Ujong Rimba MPU Aceh, Senin (3/2/2025).
Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Sibreh mengatakan, kegiatan yang diikuti sebanyak 54 perwakilan ormas yang ada di Aceh ini perlu dibangun agar penegakan Syariat Islam di Aceh betul-betul berjalan maksimal.
“Kita ingin membangun soliditas dalam rangka membangun amar ma’ruf nahi mungkar di Aceh ini, tentu silaturrahim ini harus kita gunakan sebaik-baiknya, apakah nanti akan melahirkan rekomendasi yang akan kita sampaikan ke pihak terkait”, jelasnya.
Dihadiri seluruh unsur Pimpinan MPU Aceh, Lanjut Abu Sibreh, dari silaturrahim itu perlu menyatukan sikap agar selalu memperhatikan Syariat Islam yang merupakan roh dari kehidupan masyarakat Aceh.
Hasil pertemuan ini memuat usulan dan aspirasi Ormas Islam yang dituangkan dalam dokumen “Hasil Pertemuan MPU Aceh dengan Ormas Islam, Senin 3 Februari 2025”.
Dalam dokumen yang diterima Serambinews.com, dokumen ini ditandangani oleh 11 Tim Perumus, dengan A Malik Musa SH MHum sebagai ketua dan Dr Ir H Basri A Bakar MSi selaku sekretasirs.
Salah satu poin aspirasi Ormas Islam kepada Pemerintah Aceh adalah mengembalikan peran dan fungsi Wilayatul Hisbah (WH) kepada Dinas Syariat Islam.
Ormas Islam juga menyampaikan aspirasinya dalam bidang Penegakan Syariat Islam, Pendidikan Islami, Penguatan dan Perlindungan Hukum, Penguatan Ekonomi, Media dan Komunikais Digital, Dakwah Daerah Perbatasan, Adat Istiadat Seni dan Budaya Aceh, serta Penguatan Ketahanan Keluarga.
Turut hadir sebagai pembicara membahas isu-isu aktual di Aceh saat ini, Kepala Dinas Syariat Islam Zahrol Fajri SAgm MH, Plh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Drs Muhammad Nasir, Kepala Bagian Keistimewaan dan Keagamaan Setda Aceh Sulaiman Muhammad Hasan Lc MA, serta Anggota Komisi 7 DPRA Sutarmi.
Dalam pertemuan itu juga dibahas salah satu fenomena yang masih kerap terlihat di Aceh saat ini menurut Zahrol Fajri, banyaknya kaum lelaki yang melakukan olahraga lari (joging) mengenakan celana pendek.
Menurutnya perlu sosialisasi agar ada pemahaman yang sama bahwa Syariat Islam adalah solusi bukan kendala dalam kehidupan.
Disaat yang sama Muhammad Nasir berharap dari forum itu mendapatkan berbagai masukan terkait pelanggaran-pelanggaran Syariat Islam di Aceh agar kedepan tugas pokok Satpol PP-WH Aceh dapat lebih maksimal.
(Serambinews.com/ar)
| Brigjen Pol Wahyu Prihatmaka Dilepas dengan Pedang Pora Usai Purnabakti, Ini Profil Eks Dirpolairud |
|
|---|
| Mualem Surati Menteri Bahlil Minta Gas WK Andaman Selatan Diolah di Arun |
|
|---|
| JASA Aceh Dukung Surat Mualem ke Menteri ESDM, ORF di KEK Arun Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Aceh |
|
|---|
| Revan Buka Jalan Talenta Futsal Aceh Menuju Timnas |
|
|---|
| Dewan Apresiasi Konsistensi Illiza Atas Penegakan Syariat di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ormas-Islam-di-Aceh-foto-bersama-Ketua-MPU-Aceh.jpg)