Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Sabang

Pasar Sepi, Pemko Sabang Hadapi Tantangan Perubahan Tren Perdagangan

“Menjamurnya pedagang sayur dan sembako di berbagai titik Kota Sabang juga berpengaruh terhadap sepinya pasar tradisional...

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Aulia Prasetya
PASAR SEPI - Pasar di Sabang sepi pengunjung, foto direkam beberapa waktu lalu. Pasar Sepi, Pemko Sabang Hadapi Tantangan Perubahan Tren Perdagangan. 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Perubahan tren perdagangan di Kota Sabang berdampak signifikan terhadap sepinya pasar tradisional. Pemerintah Kota Sabang kini dihadapkan pada tantangan untuk menghidupkan kembali pasar atau mengalihkan fungsi bangunan yang terbengkalai agar tetap bermanfaat.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM, Rinaldi Saputra, mengakui bahwa banyak bangunan pasar kini terbengkalai. Namun, menurutnya, kondisi ini bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah.

“Menjamurnya pedagang sayur dan sembako di berbagai titik Kota Sabang juga berpengaruh terhadap sepinya pasar tradisional. Dengan adanya banyak pilihan yang lebih dekat dengan permukiman, masyarakat cenderung berbelanja di sekitar rumah dari pada pergi ke pasar pagi,” ujar Rinaldi, Selasa (11/2/2025). 

Kondisi serupa juga terjadi di pasar daging. Saat ini, penjualan ayam dan daging semakin banyak ditemukan di lingkungan permukiman, sehingga warga lebih memilih membeli di lokasi yang lebih dekat daripada harus ke pasar daging. Akibatnya, aktivitas di pasar tersebut ikut menurun.

Menanggapi hal ini, Pemko Sabang telah berulang kali mengimbau pedagang untuk menggunakan fasilitas pasar yang telah disediakan. Namun, kenyataannya, banyak pedagang memilih kembali berjualan di kaki lima karena tingginya minat pembeli di lokasi tersebut.

“Fenomena ini terjadi akibat perubahan pola belanja masyarakat serta munculnya alternatif tempat berbelanja yang lebih mudah diakses,” tambah Rinaldi.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menciptakan kebijakan yang mendukung para pedagang, sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi.

“Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar pasar tradisional di Sabang bisa kembali hidup,” tutupnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, diharapkan kebijakan yang dibuat pemerintah mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang dan pembeli, sehingga pasar tradisional tetap menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat Sabang.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved