Kontroversi Pemakaman Tree Burial Bintang Meteor Garden Barbie Hsu, Mengapa Banyak Ditentang?

Tapi, meskipun konsepnya mulia, banyak penggemar yang mempermasalahkan pemakaman ini.

Editor: Nurul Hayati
(Tangkap layar instagram @hsushiyuan)
BARBIE HSU MENINGGAL - Barbie Hsu aktri asal Taiwan yang terkenal lewat drama serial Meteor Garden telah meninggal dunia. Kabar duka itu diumumkan Senin (3/2/2025). 

Tapi, meskipun konsepnya mulia, banyak penggemar yang mempermasalahkan pemakaman ini.

SERAMBINEWS.COM - Para penggemar aktris asal Taiwan Barbie Hsu menuntut pemakaman yang layak dan bermartabat, dengan menyatakan bahwa kematiannya yang terlalu dini sudah cukup menjadi tragedi.

Hsu dikremasi di Jepang pada tanggal 3 Februari, dan abunya dibawa ke Taiwan oleh suaminya, Koo Jun Yup, dan keluarganya dengan pesawat carter.

Awalnya, Dee Hsu ingin menyimpan abunya di rumahnya, tetapi keputusan itu ditentang oleh tetangganya di Taipei.

Keluarga itu kemudian mengubah keputusan mereka.

Namun, tuntutan penggemar untuk pemakaman yang lebih baik tidak ditanggapi dengan serius. 

Proses tree burial bintang serial Meteor Garden itu mendadak tuai kontroversi. 

Ini berawal dari pernyataan adik Barbie Hsu, Dee Hsu yang mengumumkan bahwa keluarga telah memutuskan untuk mengubur abunya melalui proses pemakaman ramah lingkungan.

Di mana abu akan ditempatkan dalam wadah yang dapat terurai secara hayati dan dikubur di bawah pohon di pemakaman terdaftar.

Proses pemakaman ini tidak melibatkan batu nisan, dan nama almarhum juga tidak dicatat di lokasi tersebut.

Dee Hsu menyatakan bahwa itu dilakukan sesuai keinginan Barbie.

Sebelum meninggal, Barbie mengatakan ingin dimakamkan dengan cara itu dan keluarga juga ingin dia beristirahat dengan tenang di tengah alam.

Barbie Hsu bermain dalam serial Meteor Garden tahun 2001.
Barbie Hsu bermain dalam serial Meteor Garden tahun 2001. ((TribunWow.com))

Baca juga: Kenang Bintang Meteor Garden Barbie Hsu, Vanness Wu: Beristirahatlah Dalam Cinta

Tapi, meskipun konsepnya mulia, banyak penggemar yang mempermasalahkan pemakaman ini.

Menurut para ahli, sisa-sisa yang dibuat mengandung zat yang tidak dapat diurai secara biologis yang dapat membentuk gumpalan dan menghambat pertumbuhan pohon.

Jadi, staf pemakaman sering menggali pohon setelah beberapa tahun untuk membuang gumpalan ini, mengkremasinya lagi, dan kemudian menyebarkannya lagi. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved