Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Israel dan Palestina

Korea Utara Kecam usulan Trump Untuk Mengambil Alih Gaza

orea Utara pada hari Rabu (12/2/2025) mengecam usulan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza dan memukimkan

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara di Pyongyang. 

SERAMBINEWS.COM-Korea Utara pada hari Rabu (12/2/2025) mengecam usulan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza dan memukimkan kembali penduduk Palestina, dengan mengatakan bahwa kedaulatan nasional tidak dapat menjadi subjek negosiasi dengan Washington.

Baca juga: Kembali Bikin Kekacauan, Israel Berencana Serang Iran, Fasilitas Nuklir jadi Sasaran

Pergi atau Mati, Tentara Israel Paksa Warga Palestina Tinggalkan Rumah Lewat Pengeras Suara Masjid

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan dalam komentar di situs webnya, "Dunia sekarang mendidih seperti panci bubur atas pengumuman mengejutkan AS," tanpa menyebut nama Trump secara langsung.

Awal bulan ini, Trump mengajukan usulan mengejutkan selama konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyarankan AS "mengambil alih" Jalur Gaza dan memukimkan kembali penduduk Palestina di sana secara permanen.

Baca juga: Trump Ngotot Ingin Membuat Riviera Timur Tengah, Desak Yordania Menerima Warga Palestina dari Gaza

Baca juga: Mesir akan Kembali Bangun Gaza di Tengah Rencana Gila Trump Ingin Merampoknya dari Palestina

Korea Utara mengatakan sifat AS yang ingin bertahan hidup melalui "pembantaian dan perampokan" dan ambisinya yang "hegemonik dan invasif" untuk mendominasi dunia ditunjukkan dengan jelas oleh rencana Gaza.

"Ini bukan masalah yang terbatas di Jalur Gaza saja," kata KCNA.

Korea Utara juga menuduh pemerintah AS mengabaikan hukum dan prinsip internasional, dengan mengutip usulan Trump untuk mengakuisisi Greenland, tuntutannya untuk mengambil kembali Terusan Panama, dan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika baru-baru ini.

Era unipolar, di mana AS berdiri sebagai satu-satunya negara adikuasa, telah berlalu, kata KCNA, seraya mendesak Washington untuk "bangun dari delusi anakronistisnya dan segera berhenti melanggar martabat dan kedaulatan negara lain."

Baca juga: Lawan Trump Ambil Alih Gaza, Mesir Siap Jamin Warga Palestina Tetap Tinggal di Tanah Mereka

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved