Selasa, 2 Juni 2026

Luar Negeri

Lebih dari 150 Paus Terdampar di Pantai terpencil Australia

Para ahli kelautan termasuk dokter hewan, saat ini telah berada di lokasi kejadian untuk menyelidiki kejadian ini.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar NRE via AP
PAUS TERDAMPAR - Lebih dari 150 paus pembunuh palsu terdampar di pantai terpencil di dekat Sungai Arthur di Kepulauan Tasmania, Australia, Rabu, 19 Februari 2025. 

SERAMBINEWS.COM, MELBOURNE - Lebih dari 150 paus terdampar di pantai terpencil di Kepulauan Tasmania, Australia, Rabu (19/2/2025). 

Para ahli kelautan termasuk dokter hewan, saat ini telah berada di lokasi kejadian untuk menyelidiki kejadian ini.

“Dari 157 paus yang terdampar, hanya 90 yang terlihat masih hidup,” kata petugas bernama Brendon Clark.

Beberapa jam sebelumnya, Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Australia menyatakan ada 136 paus yang masih hidup.

 
Usaha penyelamatan paus menemui hambatan karena sulitnya akses menuju pantai, kondisi laut, dan kurangnya peralatan memadai di daerah tersebut.

Pihak berwenang belum mengetahui apakah ratusan paus itu dapat dikembalikan ke laut.

Usaha ini terkendala ukuran paus yang sangat besar. Satu paus diketahui bisa memiliki berat paling ringan 500 kilogram. 


"Mencoba mengapungkan kembali hewan-hewan itu langsung ke ombak akan menjadi tantangan dan tentu saja itu juga akan menimbulkan risiko keselamatan yang sangat besar bagi staf dan personel kami," kata Clark, seperti dikutip dari The Associated Press.

"Kami telah menempatkan para ahli di lokasi sekarang yang sedang melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menentukan metodologi apa yang akan diterapkan untuk mencoba menyelamatkan paus," tambahnya.

Baca juga: Seperti Kisah Nabi Yunus, Detik-detik Pria Ini Ditelan Ikan Paus di Laut Chili: Terekam Dalam Video

Dia mengatakan peristiwa terdamparnya paus kali ini adalah yang pertama di Tasmania sejak 1974. 

Paus yang terdampat diketahui merupakan jenis paus pembunuh palsu (false killer whale). Kawanan ini terdiri dari lebih dari 160 paus yang mendarat di pantai dekat Stanley di pantai barat laut Tasmania. Biasanya paus yang terdampar di Tasmania merupakan jenis paus pilot.

Clark menolak untuk berspekulasi tentang penyebab kawanan paus ini terdampar.

Menurutnya, bangkai paus yang mati akan diperiksa untuk mencari petunjuk.

Beberapa paus mungkin telah terdampar selama 48 jam.

Penduduk setempat bernama Arthur River dan Jocelyn Flint, mengatakan putranya menemukan paus terdampar sekitar tengah malam saat memancing ikan hiu.

Ia mengatakan ia pergi ke tempat kejadian pada dini hari dan kembali setelah fajar, tetapi paus-paus itu terlalu besar untuk dibantu kembali ke laut.


"Airnya melonjak naik dan mereka menggeliat. Mereka sekarat, mereka tenggelam di pasir," kata Flint.

"Saya pikir sekarang sudah terlambat," ujarnya.

Ia menyatakan, di dalam kawanan paus ini juga terdapat bayi-bayi paus yang kecil.

Di bagian lainnya, ia juga melihat terdapat banyak paus besar. 

Sebelumnya pada 2022, 230 paus pilot terdampar di Australia, tepatnya di pantai barat Pelabuhan Macquarie.

Namun kasus paus terdampar massal terbesar dalam sejarah Australia terjadi di pelabuhan yang sama pada 2020, ketika 470 paus pilot bersirip panjang terjebak di gundukan pasir.

 Sebagian besar paus yang terdampar mati pada dua kejadian tersebut.

 
Alasan terdamparnya paus-paus tersebut hingga kini belum diketahui.

Alasannya bisa jadi karena disorientasi akibat suara keras, penyakit, usia tua, cedera, melarikan diri dari predator, dan cuaca buruk.

 

 

Baca juga: Anak Durhaka! Imam Ghozali Bunuh Ibu di Semarang, Pelaku Sering Marah saat Minta Uang

Baca juga: Rutan Singkil Kembangkan Pertanian untuk Pembinaan Tahanan

Baca juga: Pesawat Pengebom B-52 Militer AS Unjuk Kekuatan Lintasi Negara-negara Timur Tengah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved