Rabu, 27 Mei 2026

Luar Negeri

Israel Kewalahan Hadapi Drone Hizbullah, Hingga Pasang Ratusan Ribu Meter Jaring Pelindung

Untuk menekan serangan tersebut, militer Israel sempat mengintensifkan operasi di Lebanon selatan pada Selasa.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
khaberni/tangkap layar
RUDAL IRAN HANTAM TEL AVIV - Penampakan kerusakan di wilayah Bnei Brak di sebelah timur Tel Aviv, setelah dihantam rudal Iran, Selasa (3/3/2026). Selain melancarkan serangan langsung ke Israel, Iran juga menyasar lokasi-lokasi di negara Arab yang menampung aset-aset Amerika Serikat sebagai balasan atas serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei. 

Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak militernya segera menemukan solusi efektif untuk menghadapi gelombang serangan drone peledak yang dilancarkan kelompok Hezbollah dari Lebanon.
  • Netanyahu secara terbuka menyebut serangan drone tersebut sebagai ancaman serius bagi keamanan Israel.
  • Kekhawatiran itu meningkat setelah lebih dari 15 drone peledak milik Hizbullah kembali dilaporkan menyerang wilayah Israel pada Selasa (26/5/2026).

 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak militernya segera menemukan solusi efektif untuk menghadapi gelombang serangan drone peledak yang dilancarkan kelompok Hezbollah dari Lebanon.

Netanyahu secara terbuka menyebut serangan drone tersebut sebagai ancaman serius bagi keamanan Israel.

Kekhawatiran itu meningkat setelah lebih dari 15 drone peledak milik Hizbullah kembali dilaporkan menyerang wilayah Israel pada Selasa (26/5/2026).

Media lokal Israel, Channel 12, melaporkan sebagian besar drone berhasil menghantam zona militer di wilayah utara negara tersebut.

Menghadapi situasi ini, militer Israel disebut masih kesulitan merumuskan respons yang benar-benar efektif.

Bahkan, akibat kewalahan menghadapi ancaman drone berbiaya murah namun sulit dicegat itu, Israel dilaporkan mulai membeli berbagai sistem perlindungan tambahan dari sejumlah pemasok di negara-negara Eropa.

Sebagai langkah darurat di lapangan, tentara Israel telah memasang lebih dari 250.000 meter persegi jaring pelindung di berbagai lokasi strategis.

Israel juga dikabarkan tengah memesan tambahan sekitar 280.000 meter persegi jaring lagi untuk memperkuat perlindungan terhadap serangan drone, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (28/5/2026).

Baca juga: Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh Pemimpin Baru Brigade Al Qassam yang Baru Menjabat Sepekan

Meski divisi teknologi militer Israel terus mengembangkan berbagai inovasi baru untuk menangkal drone, para pejabat keamanan setempat mengakui bahwa hasil di lapangan sejauh ini masih belum memadai.

Hingga kini, belum ada solusi permanen yang benar-benar mampu menghentikan ancaman drone Hizbullah.

Untuk menekan serangan tersebut, militer Israel sempat mengintensifkan operasi di Lebanon selatan pada Selasa.

Namun, langkah itu dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap situasi keamanan warga sipil di wilayah utara Israel.

Sejumlah penduduk di permukiman utara Israel menyebut operasi militer tersebut masih terbatas dan belum mampu mengubah kondisi keamanan secara nyata.

Di sisi lain, Israel juga terpantau meningkatkan intensitas serangan udara dan darat ke wilayah Lebanon dalam beberapa jam terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved