Sabtu, 11 April 2026

Perang Gaza

Sandera Israel Cium Dahi Pejuang Al-Qassam saat Dibebaskan Picu Reaksi Global

Rekaman itu, yang penuh dengan nuansa simbolis dan emosional, memperlihatkan perlakuan manusiawi terhadap tawanan Israel saat berada di Gaza, sebuah p

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/telegram Alqassam
PEMBEBASAN TAHANAN - Tahanan Israel mencium pejuang Al-Qassam saat dibebaskan, memicu reaksi global 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video viral yang memperlihatkan tawanan Israel Omer Shem Tov mencium kepala pejuang Brigade Al-Qassam Hamas selama pembebasannya dalam kesepakatan pertukaran tawanan ketujuh telah memicu reaksi luas di media sosial dan media.

Rekaman itu, yang penuh dengan nuansa simbolis dan emosional, memperlihatkan perlakuan manusiawi terhadap tawanan Israel saat berada di Gaza, sebuah poin yang telah banyak dibahas dalam pertukaran tawanan baru-baru ini.

Dalam momen mengejutkan lainnya selama pertukaran tersebut, seorang tawanan Israel mencium kepala dua pejuang Al-Qassam sambil berdiri di panggung serah terima di kamp pengungsi Al-Nuseirat di Gaza tengah.

Baca juga: Hamas Tolak Pelucutan Senjata, dan Pengusiran dari Gaza dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Sebagai bagian dari pertukaran tahanan ketujuh, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menyerahkan tiga tawanan Israel kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Al-Nuseirat. 

Sebelumnya pada hari itu, dua tawanan lainnya dipindahkan di Rafah, sehingga totalnya menjadi lima sebelum tawanan terakhir dibebaskan kemudian.

Di tengah kerumunan penduduk Gaza, para tawanan Israel yang dibebaskan menyambut hadirin dengan tanda-tanda kemenangan, yang disambut dengan sorak-sorai dan perayaan dari kerumunan yang berkumpul.

Sementara itu, laporan-laporan Israel menunjukkan bahwa tawanan-tawanan Israel yang dibebaskan berada di bawah pengaruh obat penenang, sehingga meremehkan pentingnya isyarat tersebut.

Keputusan Hamas untuk Tidak Menyelenggarakan Upacara Penyerahan Tawanan Hisham Al-Sayed

Berbeda dengan tawanan lainnya, Hamas memutuskan untuk menyerahkan Hisham Al-Sayed di Gaza tanpa upacara resmi apa pun. Sumber-sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada warga Palestina di Israel, karena Al-Sayed tergolong warga Badui Palestina yang bertugas di militer Israel.

Menurut Al-Qassam, pemerintah Israel menelantarkan Al-Sayed selama 10 tahun, tidak menunjukkan urgensi untuk menjamin pembebasannya, meskipun ia bertugas di militer.

Pada hari Sabtu, enam tawanan Israel diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional, menandai hari ke-35 perjanjian gencatan senjata.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved