Sabtu, 30 Mei 2026

Internasional

Trump Usulkan 'Kartu Emas' Untuk Imigran Agar Bisa Jadi Kewarganegaraan AS Seharga 5 Juta Dolar

Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk mengganti program visa investor asing yang dikenal dengan nama EB-5 dengan apa yang disebutnya sebagai "ka

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Facebook The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil pada Rabu (26/2/2025) dari publikasi resmi The White House, memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani perintah untuk memberikan transparansi harga dan biaya perawatan kesehatan yang rendah bagi keluarga AS. Pada Selasa (25/2/2025), Trump mengatakan AS akan menjual Visa Emas senilai 5 juta dolar. 

SERAMBINEWS.COM-Pada hari Selasa (25/2/2025), Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk mengganti program visa investor asing yang dikenal dengan nama EB-5 dengan apa yang disebutnya sebagai "kartu emas."

Kartu ini akan dijual dengan harga sekitar $5 juta dan memberikan jalur menuju kewarganegaraan Amerika bagi para pembeli.

Program EB-5 saat ini memungkinkan investor asing yang berinvestasi besar di bisnis AS untuk mendapatkan "kartu hijau," yang memberi mereka status penduduk tetap di Amerika Serikat. 

Trump menyatakan bahwa dengan mengganti program EB-5 dengan "kartu emas," orang-orang kaya dari seluruh dunia dapat membeli kartu tersebut seharga $5 juta untuk mendapatkan hak istimewa tinggal di AS dan berpotensi memperoleh kewarganegaraan Amerika.\

Baca juga: Trump akan Jual Visa Emas untuk Orang Asing, Pemiliknya Bisa Jadi Permanent Resident di AS

"Kami akan menjual kartu emas. Harganya sekitar $5 juta. Ini akan memberi Anda hak untuk mendapatkan kartu hijau, dan juga akan menjadi jalur menuju kewarganegaraan Amerika," kata Trump kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa rincian lengkap mengenai skema tersebut akan diumumkan dalam dua minggu ke depan. 

Trump juga ditanya oleh wartawan apakah orang-orang kaya dari Rusia, seperti oligarki, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kartu emas tersebut.

Trump menjawab, "Ya, mungkin. Saya kenal beberapa oligarki Rusia yang sangat baik."

Pernyataan ini memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai potensi dampak kebijakan ini terhadap hubungan AS dengan Rusia, mengingat adanya kekhawatiran bahwa beberapa individu kaya dari negara tersebut dapat menggunakan program ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kewarganegaraan AS.

Program EB-5 sendiri telah berjalan sejak 1990 dan dikelola oleh Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS). Tujuan dari program ini adalah untuk menarik investasi asing yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan merangsang ekonomi AS.

Meskipun demikian, Trump dan beberapa pejabat lainnya mengkritik program EB-5, menyebutnya penuh dengan penipuan dan penyalahgunaan, serta dianggap sebagai cara bagi individu kaya untuk mendapatkan kartu hijau dengan harga yang terlalu murah.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick, yang turut hadir dalam konferensi tersebut, mengatakan bahwa program EB-5 sudah tidak relevan lagi dan penuh dengan penipuan. "Program EB-5 penuh dengan omong kosong, tipu daya, dan penipuan.

Itu adalah cara untuk mendapatkan kartu hijau dengan harga murah. Jadi, presiden berkata, daripada memiliki program EB-5 yang konyol seperti ini, kami akan mengakhirinya dan menggantinya dengan kartu emas Trump," kata Lutnick. 

Baca juga: Ketegangan Perdagangan Trump Dorong Lonjakan Harga Emas , Investor Berlomba Cari Aman!

Dengan langkah ini, Trump berusaha memperkenalkan alternatif yang dianggapnya lebih baik dan lebih transparan, yang juga diharapkan dapat membawa lebih banyak investor kaya ke AS.

Namun, usulan ini juga memunculkan banyak pertanyaan mengenai bagaimana sistem baru ini akan diatur dan siapa yang akan benar-benar diuntungkan.

(Serambinews.com/ Sri Anggun Oktaviana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved