Jumat, 15 Mei 2026

Internasional

India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Energi Dampak Perang Iran

Lonjakan harga ini dipicu gangguan pasokan minyak dunia akibat perang Iran serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
SELAT HORMUZ - Pemerintah India resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekitar 3 persen setelah krisis energi global mulai menekan perekonomian negara tersebut. Lonjakan harga ini dipicu gangguan pasokan minyak dunia akibat perang Iran serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz.(Foto AlJazeera) 

Ringkasan Berita:India menaikkan harga bensin dan diesel sekitar 3 persen akibat krisis energi yang dipicu perang Iran dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz.
 
PM India Narendra Modi mengajak warga berhemat energi, bekerja dari rumah, mengurangi perjalanan, dan menekan konsumsi bahan bakar sebagai “aksi patriotik”.
 
India juga mempercepat campuran biofuel serta menjalin kerja sama energi dengan UEA untuk memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI — Pemerintah India resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekitar 3 persen setelah krisis energi global mulai menekan perekonomian negara tersebut. 

Lonjakan harga ini dipicu gangguan pasokan minyak dunia akibat perang Iran serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Kenaikan sebesar 3 rupee per liter diumumkan pada Jumat (15/5/2026). Harga bensin kini menjadi 97,77 rupee per liter, sedangkan diesel naik menjadi 90,67 rupee per liter. 

Harga ini setara dengan Rp 17.805 lebih atau kurs 1 rupee sama dengan Rp 183,56.

Pemerintah menyebut langkah ini diambil untuk menutup kerugian akibat terbatasnya pasokan minyak mentah.

India merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia, dengan sekitar 90 persen kebutuhan minyaknya berasal dari impor. 

Baca juga: Kapal Kargo Berbendera India Diserang di Dekat Selat Hormuz hingga Tenggelam, Seluruh Awak Selamat

Sekitar setengah pasokan minyak mentah negara tersebut biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap stabilitas energi nasional.

Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan energi secara sukarela. Ia menyebut penghematan bahan bakar sebagai bentuk “aksi patriotik”.

Pemerintah mendorong masyarakat untuk: Bekerja dari rumah jika memungkinkan, Mengurangi perjalanan ke luar negeri, Membatasi pembelian emas, Memaksimalkan penggunaan transportasi umum dan carpooling.

Kebijakan ini mulai diterapkan di ibu kota New Delhi melalui kampanye penghematan energi selama 90 hari.

Sejumlah pegawai pemerintah diwajibkan bekerja dari rumah dua hari per minggu, sementara perusahaan swasta didorong mengikuti langkah serupa.

Namun, kebijakan tersebut mendapat kritik dari oposisi yang menilai pemerintah menahan kenaikan harga BBM hingga pemilu negara bagian selesai digelar.

Baca juga: Update Perang Iran Hari ke-77: Hormuz Jadi Pusat Negosiasi Trump–Xi, Teheran Galang Dukungan BRICS

Kenaikan harga BBM diperkirakan akan menambah beban masyarakat, terutama kelompok pekerja. 

Seorang sopir taksi di New Delhi menyebut kenaikan sekecil apa pun sangat terasa bagi masyarakat berpenghasilan harian.

“Bagi orang biasa, satu rupee pun sangat berarti. Kami bekerja keras dari pagi hingga malam hanya untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Percepatan Biofuel dan Kerja Sama Energi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved