Internasional
Ketegangan Memuncak di Gedung Putih, Pertemuan Zelenskiy dan Trump Picu Reaksi Dunia
"Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM-Pada hari Jumat (28/2/2025), pertemuan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih berakhir dengan ketegangan yang tidak terduga.
Kejadian ini memicu gelombang reaksi dari berbagai pemimpin dunia yang menanggapi dengan serius dampak politik yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.
Zelenskiy Mengungkapkan Terima Kasih atas Dukungan Internasional di tengah ketegangan yang terjadi.
Presiden Zelenskiy menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Amerika Serikat dan rakyatnya atas dukungan yang telah diberikan kepada Ukraina.
Dalam unggahannya, Zelenskiy juga menegaskan bahwa Ukraina tetap berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi, meskipun situasi yang dihadapi negara tersebut masih sangat sulit.
"Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami bekerja untuk itu," tulis Zelenskiy, yang menekankan pentingnya perdamaian yang berkelanjutan di Ukraina dan di seluruh dunia.
Baca juga: Jengkel, Trump Usir Presiden Ukraina Zelensky, Mita Segera Angkat Kaki dari Gedung Putih
Reaksi Pemimpin Dunia yang Tegas Mendukung Ukraina
Dukungan terhadap Ukraina mengalir dari berbagai penjuru dunia.
Salah satunya adalah Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang dengan tegas mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina.
Trudeau menilai invasi Rusia sebagai tindakan ilegal dan tidak beralasan, serta menegaskan bahwa Kanada akan terus berdiri di sisi Ukraina.
"Rusia adalah agresor, dan Ukraina berjuang untuk kebebasan dan demokrasi. Kanada akan terus mendukung Ukraina menuju perdamaian yang adil," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di akun X.
Di Eropa, respons terhadap pertemuan tersebut juga sangat kuat.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menekankan bahwa Ukraina menginginkan perdamaian yang langgeng dan adil. Menurut Scholz, Jerman dan Eropa akan terus mendukung Ukraina dalam upaya mencapai perdamaian yang langgeng.
Ia juga menegaskan bahwa Ukraina dapat mengandalkan Jerman untuk dukungan berkelanjutan.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga memberikan komentar yang mendalam terkait konflik ini.
Macron mengingatkan bahwa Rusia adalah pihak yang menyerang dan Ukraina adalah negara yang membela diri.
| Blokade dan Ambil Alih Kapal Iran, Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak |
|
|---|
| Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Tewaskan 10 Orang di Lebanon Selatan |
|
|---|
| India Buat Pagar Perbatasan dari Buaya dan Ular untuk Mencegah Imigran Bangladesh |
|
|---|
| Viral Pria Bawa Jenazah Ke Bank Untuk Urus Pencairan Dana Pensiun |
|
|---|
| Panik, Trump Terjatuh Saat Selamatkan Diri dari Upaya Pembunuhan, Jamuan Makan Malam Berubah Horor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-dan-Presiden-AS-Donald-Trump-1-3.jpg)