Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Ketegangan Memuncak di Gedung Putih, Pertemuan Zelenskiy dan Trump Picu Reaksi Dunia

"Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Tangkapan Layar YouTube The White House
ADU MULUT - Tangkapan layar di YouTube The White House menunjukkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden AS, Donald Trump beserta Wakilnya, JD Vance terlibat adu mulut di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025). Dalam adu mulut itu, Trump sampai menyebut Zelensky telah berjudi dengan Perang Dunia III. 

SERAMBINEWS.COM-Pada hari Jumat (28/2/2025), pertemuan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih berakhir dengan ketegangan yang tidak terduga. 

Kejadian ini memicu gelombang reaksi dari berbagai pemimpin dunia yang menanggapi dengan serius dampak politik yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.

Zelenskiy Mengungkapkan Terima Kasih atas Dukungan Internasional di tengah ketegangan yang terjadi.

Presiden Zelenskiy menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Amerika Serikat dan rakyatnya atas dukungan yang telah diberikan kepada Ukraina.

 Dalam unggahannya, Zelenskiy juga menegaskan bahwa Ukraina tetap berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi, meskipun situasi yang dihadapi negara tersebut masih sangat sulit.

"Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami bekerja untuk itu," tulis Zelenskiy, yang menekankan pentingnya perdamaian yang berkelanjutan di Ukraina dan di seluruh dunia.

Baca juga: Jengkel, Trump Usir Presiden Ukraina Zelensky, Mita Segera Angkat Kaki dari Gedung Putih

Reaksi Pemimpin Dunia yang Tegas Mendukung Ukraina

Dukungan terhadap Ukraina mengalir dari berbagai penjuru dunia.

Salah satunya adalah Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang dengan tegas mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina.

Trudeau menilai invasi Rusia sebagai tindakan ilegal dan tidak beralasan, serta menegaskan bahwa Kanada akan terus berdiri di sisi Ukraina.

"Rusia adalah agresor, dan Ukraina berjuang untuk kebebasan dan demokrasi. Kanada akan terus mendukung Ukraina menuju perdamaian yang adil," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di akun X.

Di Eropa, respons terhadap pertemuan tersebut juga sangat kuat.

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menekankan bahwa Ukraina menginginkan perdamaian yang langgeng dan adil. Menurut Scholz, Jerman dan Eropa akan terus mendukung Ukraina dalam upaya mencapai perdamaian yang langgeng.

Ia juga menegaskan bahwa Ukraina dapat mengandalkan Jerman untuk dukungan berkelanjutan.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga memberikan komentar yang mendalam terkait konflik ini.

 Macron mengingatkan bahwa Rusia adalah pihak yang menyerang dan Ukraina adalah negara yang membela diri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved