Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Militer Israel Siaga Tinggi Kembali Perang di Gaza, Hamas: Kami Tak Mempan Ancaman

Tentara Israel (IDF) dilaporkan bersiap melanjutkan pertempuran di Gaza jika tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
khaberni/tangkap layar
PASUKAN ISRAEL - Pasukan Israel (IDF) dari divisi infanteri melakukan agresi militer darat ke Jalur Gaza. Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff bakal melakukan perjalanan ke Timur Tengah pada Rabu (26/2/2025) untuk menuntut Israel memperpanjang gencatan senjata di Gaza dengan Hamas. 

SERAMBINEWS.COM - Situasi gencatan senjata di Gaza dilaporkan berada di titik krusial pasca-berakhirnya tahap pertama pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel pada 28 Februari 2025 kemarin.

Dalam situasi tersebut, Tentara Israel (IDF) dilaporkan bersiap melanjutkan pertempuran di Gaza jika tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata.

 
Menurut lembaga penyiaran Israel, KAN, militer IDF dalam keadaan siaga tinggi dan melakukan persiapan untuk kemungkinan pecah kembalinya konflik bersenjata jika kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata tidak tercapai.

"Tentara Israel bersiap untuk melanjutkan perang di Gaza jika tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata," otoritas penyiaran Israel melaporkan Sabtu malam.

"Mencapai ketenangan di Gaza memerlukan kesepakatan aktif; jika tidak, hanya ada dua pilihan: pembebasan tahanan atau perang," kata penyiar itu, mengutip sumber keamanan senior Israel.

Sebagai informasi, menjelang berakhirnya tahap pertama gencatan senjata, Israel berniat untuk memperpanjang fase I tersebut, namun ditolak Hamas.

Belakangan, Amerika Serikat (AS) mengusulkan usulan baru dengan tajuk Gencatan Senjata sementara untuk periode bulan Ramadan dan menjelang paskah.

Dalam usulan ini, AS mensyaratkan, separuh sandera Israel yang ada di Hamas, baik hidup maupun mati, dibebaskan.

Separuh lainnya sandera Israel di tangan Hamas, bisa dibebaskan nanti jika gencatan senjata permanen dicapai.

Israel, Minggu (2/3/2025) menyetujui rencana AS ini, namun menyatakan, Hamas belum menerimanya.

Baca juga: Menteri Israel Sebut Militer Harus Membuka Gerbang Neraka Secepatnya di Gaza, Bangga Blokir Bantuan 


IDF Blokir Semua Bantuan Masuk ke Gaza

Untuk menekan Hamas, Pemerintah Israel telah memutuskan untuk menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Channel 12 Israel melaporkan kalau "masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza telah dihentikan setelah berakhirnya gencatan senjata secara resmi ."

Sementara itu, Channel 14 Israel menyatakan bahwa "dalam diskusi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tadi malam, sebuah keputusan diambil untuk menghentikan pengiriman truk kemanusiaan ke Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut."

Laporan itu menambahkan kalau keputusan memblokir semua bantuan kemanusiaan ke Gaza itu dikoordinasikan dengan Amerika Serikat .

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved