Banda Aceh
Ditanya soal Rotasi Kepala OPD di Pemko Banda Aceh, Begini Kata Illiza
Wali Kota Banda Aceh itu menyampaikan, pihaknya sedang melihat siapa-siapa sosok yang paling tepat menduduki posisi...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menanggapi isu rotasi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) setempat.
Hal itu disampaikannya didampingi sang wakil, Afdhal Khalilullah saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (4/3/2025) usai menjalani retret di Akmil Magelang sejak 21-28 Februari lalu.
Wali Kota Banda Aceh itu menyampaikan, pihaknya sedang melihat siapa-siapa sosok yang paling tepat menduduki posisi tersebut, berdasarkan evaluasi yang dilakukan.
“Rotasi ini kan tetap harus kita lakukan dan semua punya konsekuensi,” ucap Illiza.
Dikatakannya, selama ini sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Dan Mendagri juga mempersilakan pihaknya melakukan rotasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Wali Kota Banda Aceh itu juga mengungkapkan, selama ini pihaknya sudah sering menyampaikan perihal tersebut di internal.
"Insya Allah semua OPD yang ada mereka sudah cukup paham, saya juga dalam rapat koordinasi sudah sampaikan," ujar Illiza.
Sehingga menurutnya, bila terjadi perubahan, pergeseran, pergantian, ini bukan karena ketidaksukaan atau hal lain, tetapi ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat berdasarkan hasil evaluasi, kinerja, program, PAD serta capaian-capaian yang menjadi barometer penilaian.
"Kita lagi mengevaluasi mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Illiza.
“Tinggal tunggu waktu, insya Allah kita mau menempatkan siapa yang paling tepat untuk menjalankan mimpi-mimpi, visi misi yang sudah kita sampaikan saat kampanye dulu," tambahnya.
Kesan Selama Retret
Di sisi lain selama pembekalan di Akmil Magelang, Wali Kota Banda Aceh mendapat banyak pengalaman berharga dan berkesan, salah satunya saat mengenakan loreng komcad.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa menggunakan pakaian itu. Sesuatu hal yang membuat kesan tersendiri," ungkap Illiza.
Pengalaman lainnya yakni mendapat banyak materi dari para petinggi negara terkait tata kelola, pencegahan korupsi, pendalam program Asta Cita Presiden Prabowo hingga belajar dari daerah-daerah yang sudah berhasil menerapkan program serta kebijakan di wilayahnya masing-masing.
Wali Kota Banda Aceh itu mencontohkan, selama di sana sempat berkomunikasi secara intens dengan Bupati Sumedang, kabupaten terbaik dalam penerapan e-government.
“Beliau bisa mengajak langsung berkolaborasi bahkan akan memberikan aplikasi-aplikasi yang sudah dibuat pemerintah setempat secara cuma-cuma. Begitu juga DKI Jakarta dengan program JAKI-nya," ujar Illiza.
Sepulang dari retret ini, mantan Anggota DPR RI itu akan fokus dengan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat kota, terutama dalam 100 hari ke depan.
Dia juga sempat menyampaikan, sebelum retret pun bersama sang wakil telah melakukan sejumlah hal seperti menurunkan inflasi melalui turun langsung ke pasar, menggelar pasar murah hingga subsidi daging meugang.
Wali Kota Banda Aceh itu menyampaikan, pihaknya mengharapkan partisipasi masyarakat selama menjalankan roda kepemimpinan satu periode ke depan.
“Saling menjaga, saling mengisi sehingga kami yang sudah dipercaya memimpin, bisa menjalankan amanah ini dengan baik," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Illiza-tiba-sepulang-dari-retret-di-Bandara.jpg)