Breaking News

Lawan Ancaman Trump soal Neraka di Gaza, Hamas: Wajah Buruk AS pada Perjanjian yang Dimediasinya

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Mujahidin, sayap bersenjata Gerakan Mujahidin Palestina, mengutuk ancaman Trump, dengan mengatakan hal itu menunjukka

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
PENYERAHAN TAWANAN - Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas saat menyerahkan tiga tawanan Israel di Alun-alu Kota Gazah tengah. 

SERAMBINEWS.COM - Trump telah mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas dengan meminta kelompok tersebut untuk segera membebaskan semua tawanan yang ditahan di wilayah tersebut atau menghadapi “Neraka”.

Presiden AS juga mengancam warga Palestina di Gaza dengan kematian jika mereka menahan warga Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Mujahidin, sayap bersenjata Gerakan Mujahidin Palestina, mengutuk ancaman Trump, dengan mengatakan hal itu menunjukkan "desakan pemerintah AS untuk terus menjadi mitra dalam genosida terhadap rakyat kami".

“Ancaman Trump hari ini dengan jelas memperlihatkan wajah buruk Amerika Serikat dan menunjukkan kurangnya keseriusan serta penolakannya terhadap perjanjian yang dimediasinya,” kata kelompok itu.

Baca juga: Trump Ngoceh di Medsos Ancam Warga Gaza: Kalau Kalian Tangkap Tawanan, Kalian Mati

Trump tampak sangat marah dalam tulisan panjangnya di Truth Social di mana dia mengeluarkan ultimatum, yang pada dasarnya memerintahkan Hamas untuk "membebaskan para sandera sekarang, atau akan ada hukuman berat."

Postingan Trump tentu saja memuat kata-kata yang sangat mengejutkan.

Dan ini terjadi setelah Trump bertemu di Gedung Putih dengan delapan tawanan yang dibebaskan, dan mereka mendesaknya untuk terus berupaya membebaskan tawanan yang tersisa, termasuk seorang warga Amerika-Israel berusia 21 tahun yang bertugas di militer Israel.

Namun, perlu juga dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan apa yang disebut ultimatum kepada Hamas.

Pada tanggal 10 Februari, ia mengancam, juga dalam bahasa yang sama, “neraka total”, katanya, jika Hamas tidak membebaskan sandera, seperti yang telah dijadwalkan pada akhir pekan berikutnya.

Akhirnya, Hamas membebaskan para tawanan tersebut. Namun, tentu saja, pernyataan ini dibumbui kemarahan, juga dengan keyakinan bahwa Trump … satu-satunya yang mampu memerintahkan Hamas untuk membebaskan para tawanan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved