Bireuen
Dayah Putri Muslimat Samalanga Bireuen Lestarikan Tarekat Khulwah dan Syattariah
Dalam masa itu, para jamaah berdiam diri, memperbanyak zikir, mengurangi bicara, dan menjauhi hal-hal duniawi....
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Di tengah derasnya arus modernisasi, Dayah Putri Muslimat Samalanga, Bireuen tetap teguh menjadi benteng spiritualitas bagi kaum wanita. Dipimpin Abah H Tu Ahmadallah, dayah
tersebut menjadi rumah bagi pengamalan tarekat Khulwah dan Syattariah.
Khulwah dan Syattariah ujar Ahmadallah, adalah dua jalan spiritual yang mengakar kuat dalam tradisi keislaman Aceh. Di sinilah para santriwati, dewan guru, dan alumni menemukan ketenangan batin, memperkokoh keimanan, dan merawat warisan endatu yang sarat makna.
“Tarekat Khulwah dan Syattariah itu ibarat perjalanan pulang menuju Allah. Melalui zikir, muhasabah, dan pengasingan diri, kita belajar mengikis nafsu dunia dan menguatkan hubungan dengan-Nya,” tulis Abah
dalam rilisnya yang diterima Serambinews.com, Kamis (13/3/2025).
Diterangkan, tradisi tersebut diwariskan secara turun-temurun sejak masa orang tuanya, Tgk Jalaluddin hingga Tgk. Abi Hanafiah (lebih dikenal sebagai Abi yang pernah menjadi Pimpinan Dayah MUDI Samalanga)
yang dulu menjadi penjaga utama tarekat ini. Hingga kini, pengijazahan tarekat Syattariah dan Khulwah terus dilestarikan, menjadi cahaya yang menerangi jalan spiritual para pencari makrifat.
Dijelaskan, Khulwah adalah menyepi untuk menemukan diri, kegiatan Khulwah di Dayah Putri Muslimat bukan sekadar menyendiri, melainkan proses penyucian batin yang intens. Biasanya berlangsung selama 30
hari, namun ada pula yang memilih durasi lebih singkat sesuai kemampuan.
Dalam masa itu, para jamaah berdiam diri, memperbanyak zikir, mengurangi bicara, dan menjauhi hal-hal duniawi.
Tgk Marlaini, koordinator khalwat di dayah tersebut menjelaskan, Khulwah menjadi latihan disiplin diri yang sangat kuat. “Selama Khulwah, kita belajar mengendalikan emosi, mengatur pola makan, bahkan mengurangi tidur untuk memperbanyak ibadah malam. Ini adalah proses melawan diri sendiri, mengikis ego, dan menanamkan kesabaran,” ungkapnya.
Santriwati dari berbagai daerah ikut dalam kegiatan tarekat di dayah tersebut termasuk sebagian ada yang khulwah dan mengamalkan tarekat sekaligus juga ada yang beramal tarekat tanpa khulwah.
Di antara santriwati tersebut Tgk Ismalia dari Batee dan Tgk Fitriani dari Calok, Simpang Mamplam. Mereka rela meninggalkan kesibukan sehari-hari demi menjalani perjalanan batin yang melelahkan, namun membahagiakan.
Selain Khulwah, tarekat Syattariah juga menjadi amalan utama di Dayah Putri Muslimat. Menurut Tgk Muhammad Aminulah, pengurus dayah dan dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, tarekat ini menekankan zikir lisan yang terus-menerus sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.
“Syattariah mengajarkan kontinuitas dalam mengingat Allah. Zikir menjadi napas hidup, tidak hanya dalam ibadah formal, tapi juga dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Perjalanan melestarikan tarekat Khulwah dan Syattariah menurut Abah Tu Ahmadallah di Dayah Putri
Muslimat Samalanga merupakan bukti bahwa spiritualitas Islam tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dengan bimbingan para ulama, para santriwati terus menghidupkan jihad hati perjuangan melawan diri
sendiri demi meraih ridha Ilahi. “Melalui tarekat, kaum wanita Aceh menemukan kekuatan untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mendalam secara spiritual. Inilah jihad hati yang terus menyala, menggugah, enerjik, dan syahdu di tengah dunia yang terus berubah,” pungkasnya.
Tradisi tersebut merupakan warisan berharga yang tidak hanya memperkaya jiwa, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang. Di balik setiap lantunan zikir dan setiap detik kesunyian Khulwah, tersimpan harapan bahwa cahaya spiritual ini akan terus bersinar, menerangi jalan hidup umat Islam hingga akhir zaman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ibadah-tarekat-di-Dayah-Putri-Muslimat-Samalanga.jpg)