Breaking News

Berita Banda Aceh

Pangdam IM Tegaskan Bakal Tindak Prajurit yang Terlibat Impor Barang Ilegal

“Jangan pernah menyakiti hati rakyat, jangan pernah merugikan rakyat, karena itu harus berusaha berbuat yang terbaik untuk rakyat,” ujar Pangdam IM

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
PANGDAM IM – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal. 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, menegaskan bakal menindak tegas prajurit Kodam IM yang terlibat dalam aktivitas impor barang ilegal di Aceh. 

“Jadi kalau untuk anggota prajurit Kodam Iskandar Muda terlibat (aktivitas) ilegal apapun akan kita tindak tegas, sudah ada penegasan dari pimpinan TNI tidak ada yang bermain-main dengan kegiatan ilegal apapun,” kata Niko.

Hal tersebut disampaikan Niko saat menghadiri kegiatan pemusnahan 45 ton bawang merah dan pakaian bekas ilegal asal Thailand, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Banda Aceh, Kamis (13/3/2025). 

“Jangan pernah menyakiti hati rakyat, jangan pernah merugikan rakyat, karena itu harus berusaha berbuat yang terbaik untuk rakyat,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Niko menyampaikan apresiasi atas langkah tegas yang dilakukan oleh Bea Cukai Aceh dalam menindak barang-barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Baca juga: Pangdam IM Bantu Ribuan Keping Keramik untuk Bangun Lantai Mushala di Aceh 

Pihaknya juga mendukung penuh upaya Bea Cukai dalam menegakkan hukum di bidang kepabeanan. Peredaran barang ilegal tidak hanya merugikan perekonomian negara, tetapi juga dapat mengancam stabilitas dan keamanan wilayah. 

“Oleh karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum, termasuk Bea Cukai, TNI, dan Polri, sangat diperlukan dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa," tuturnya. 

Niko mengungkap, peredaran bawang merah ilegal dapat berdampak buruk bagi petani lokal yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. 

Demikian pula dengan pakaian bekas impor, yang selain merugikan industri tekstil dalam negeri, juga memiliki potensi risiko kesehatan bagi masyarakat karena tidak terjamin kebersihannya.

Untuk itu, ia menegaskan siap bersinergi dengan instansi terkait dalam upaya pemberantasan penyelundupan dan peredaran barang ilegal di Aceh. 

Baca juga: Pangdam IM Tinjau TMMD Kodim Bireuen, Naik Trail ke Lokasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Peudada

Sebab, wilayah Aceh yang berbatasan langsung dengan jalur perairan internasional memiliki potensi tinggi terhadap masuknya barang-barang ilegal. 

Oleh karena itu, pengawasan di jalur-jalur strategis harus semakin diperketat.

"Kami akan terus mendukung langkah-langkah pencegahan dan penindakan terhadap praktik ilegal yang merugikan negara.

 Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved