Video

VIDEO Hizbullah: AS Wujud 'Teroris Nyata' Serang Sipil Yaman! Iran Rusia Bekingi Balas Dendam Houthi

Sementara itu, Iran dan Rusia kompak mengutuk keras serangan yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok Houthi Yaman.

|
Penulis: Teuku Fauzan | Editor: Teuku Fauzan

SERAMBINEWS.COM - Sebuah rudal yang diduga berasal dari Yaman mendarat di Semenanjung Sinai, Mesir pada Sabtu (15/3) malam.

Rudal meluncur tak lama setelah kelompok Houthi bersumpah akan membalas agresi Amerika Serikat dan Inggris.

Mengutip laporan The Times of Israel via Tribunnews, Senin (17/3/2025), lokasi jatuhnya rudal tak jauh dari kota pesisir Sharm el-Sheikh, Mesir.

Saat ini, militer Israel (IDF) masih melakukan penyelidikan apakah rudal tersebut ditujukan ke negaranya.

Sementara itu, Houthi mengutuk serangan AS-Inggris di Yaman dan menyebutnya sebagai tindakan berbahaya, berdosa dan kejahatan perang.

Laporan terbaru dari Al Jazeera menunjukkan jumlah korban tewas mencapai 32 orang, sementara korban luka 101 orang.

Banyaknya korban jiwa karena serangan menargetkan daerah permukiman di Ibu Kota Sanaa.

Selain itu, pasukan AS juga dilaporkan mengebom provinsi Hajjah, Marib, Dhamar, hingga Taiz.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah mengutuk serangan besar-besaran yang dilakukan AS terhadap Houthi Yaman.

Dalam pernyataan resmi, Hizbullah menyebut serangan di Yaman sebagai bentuk kegagalan AS mencegah Israel melanjutkan perang di Gaza.

Baca juga: Blokade Israel Membuat Air dan Sumber Makanan Semakin Langka di Gaza

Terkait serangan di Yaman, Hizbullah juga menyoroti penargetan warga sipil.

Perlawanan Lebanon itu lantas menyebut AS sebagai wujud teroris yang sesungguhnya.

Sementara itu, Iran dan Rusia kompak mengutuk keras serangan yang diluncurkan AS terhadap kelompok Houthi Yaman.

Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Hossein Salami bahkan mengancam akan memberikan respons tegas terhadap serangan AS ke Yaman.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mendesak AS untuk menghentikan serangan terhadap Yaman.

Desakan tersebut disampaikan Lavrov kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio lewat sambungan telepon, Minggu (16/3).

Moskow menekankan pentingnya semua pihak yang terlibat konflik untuk segera berdialog.

Hal ini bertujuan untuk menemukan solusi guna mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.(*)

Host: Siti Masyithah

Baca juga: Serangan AS Hancurkan Fasilitas Kanker dan Toko Kapas di Yaman

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved