Rabu, 6 Mei 2026

Berita Kutaraja

Bangun Banda Aceh Kreatif, Illiza Sowan ke Kementerian Ekraf

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal beraudiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf).........

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ibrahim Aji | Editor: IKL
For Serambinews
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, menggelar pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Jakarta, Selasa (18/3/2025). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal beraudiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) RI Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa (18/3/2025). 

Illiza datang bersama Plt Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra M Ridha, Kepala DP2KP M Nurdin, dan Plt Kadisnaker Banda Aceh Fahmi.

Sementara T Riefky didampingi oleh Cecep Rukendi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Rian Syaf Staf Khusus Menteri, dan Radhi Manggala, Direktur Antar Lembaga beserta jajaran Kemenekraf.

Riefky mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembicaraanya dengan Illiza pada saat retret kepala daerah di Magelang beberapa waktu lalu.

"Intinya bagaimana Kemenekraf dan Pemko Banda Aceh bisa berkolaborasi. Karena kita tahu banyak sekali anak-anak muda kreatif di Banda Aceh," ujarnya.

Ia pun memaparkan secara singkat profil kementerian baru di era Presiden Prabowo tersebut. 

"Ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah-daerah. Di sini pentingnya kolaborasi dengan kepala daerah, karena kami yakin potensi ekonomi kreatif Indonesia luar biasa," ujarnya.

Bangun Banda Aceh Kreatif, Illiza Sowan ke Kementerian Ekraf

Ia juga mengungkapkan harapan presiden terhadap ekonomi kreatif dalam meningkatkan lapangan kerja berkualitas. 

"Dalam RPJM kita fokus pada tujuh dari total 17 subsektor ekonomi kreatif. Empat yang porsinya sangat besar saat ini, yakni kuliner, fashion, dan kriya. Kemudian empat subsektor yang sedang tumbuh pesat, yaitu game, aplikasi, musik, dan video," ujar menteri asal Aceh tersebut.

Menurut Riefky, pertumbuhan ekonomi kreatif begitu cepat karena didukung faktor mayoritas penduduk Indonesia anak muda. 

"Untuk itu, kita telah menetapkan Aceh, Maluku, dan Papua sebagai daerah prioritas pembangunan ekraf bersama 12 provinsi lainnya." 

Selanjutnya, menekraf mendorong pembentukan dinas-dinas ekraf di seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. "Bagus kalau bisa berdiri sendiri, atau bisa disandingkan dengan dinas lain, seperti pariwisata, kebudayaan, atau pemuda dan olahraga," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Temui Menpora, Bahas Pengembangan Kepemudaan dan Olahraga

"Sekarang sudah ada delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota yang memiliki nomenklatur baru ekonomi kreatif. Dan saya berharap Kota Banda Aceh bisa menjadi salah satu pelopor," ujarnya lagi.

Menanggapi penjelasan Menekraf, Illiza menyatakan semakin optimis jika ekraf ke depan menjadi lokomotif percepatan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Mengenai potensi ekonomi kreatif Banda Aceh, Illiza menyebutnya sangat besar. "Kalau wilayah memang kita kecil, sumber daya alam sedikit, tapi ekonomi kreatif begitu besar potensinya. Dan semua pelakunya ada di Banda Aceh." katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved