Minggu, 17 Mei 2026

Perang Gaza

Juru Bicara Brigade Abu Ali Mustafa pada Hari Al-Quds: Perlawanan akan Terus Berlanjut

Juru bicara tersebut menegaskan bahwa rakyat Palestina terus menjadi sasaran berbagai bentuk terorisme dan pelanggaran paling kejam, seraya menekankan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Telegram/Brigade Al-Qassam
PEMBEBASAN SANDERA - Foto ini diambil dari publikasi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam memamerkan senjata selama pertukaran tahanan gelombang ke-7 di Jalur Gaza pada Sabtu (22/2/2025). Pada Selasa (4/3/2025) Hamas menolak tuntutan Israel untuk demiliterisasi penuh di Jalur Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Juru bicara Brigade Abu Ali Mustafa, Abu Jamal, menegaskan bahwa perlawanan tidak akan meletakkan senjata, dan akan terus berjuang hingga Palestina merdeka dan berdaulat.

Dalam peringatan Hari Al-Quds pada hari Jumat, Abu Jamal menegaskan bahwa perlawanan rakyat Palestina adalah sah dan akan terus berlanjut selama pendudukan masih berlangsung, menegaskan pembelaan rakyat dan tanah air hingga nafas terakhir.

Juru bicara sayap militer Front Populer untuk Pembebasan Palestina mengucapkan terima kasih kepada semua orang merdeka yang bangkit pada Hari Al-Quds Internasional dan menyatakan dukungan penuh mereka terhadap rakyat Palestina.

Juru bicara tersebut menegaskan bahwa rakyat Palestina terus menjadi sasaran berbagai bentuk terorisme dan pelanggaran paling kejam, seraya menekankan bagaimana kekuatan-kekuatan dunia secara terbuka berpartisipasi dalam pembantaian rakyat Palestina daripada mendukung mereka dan berdiri bersama mereka dalam menghadapi ketidakadilan dan penindasan. 

Ia mengajak semua orang yang telah kehilangan tekad untuk mengubah keseimbangan kekuatan di dunia, dengan menyatakan bahwa sudah saatnya untuk "mendukung Palestina," dan menambahkan bahwa sejarah tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun.

Patut dicatat bahwa Brigade Al-Quds menerbitkan rekaman pidato mendiang juru bicara sayap militer PIJ, Abu Hamza , selama peringatan Hari Al-Quds pada hari Jumat. 

Dalam pidatonya, syuhada Abu Hamza menegaskan "komitmen terhadap jalan perlawanan dan perjuangan bersenjata hingga pembebasan," seraya menunjukkan bahwa tindakan militer dan perang dalam "Banjir Al-Aqsa niscaya akan meletakkan dasar bagi kehancuran" entitas pendudukan Israel.

Ia melanjutkan, "Kita tengah menyaksikan sebuah pencapaian luar biasa dan ketangguhan yang tak tertandingi dalam pertempuran 'Banjir Al-Aqsa', yang telah memberikan pukulan telak bagi agenda Zionis," seraya menambahkan bahwa sebuah poros telah dibentuk untuk menghadapi proyek Zionis Barat, yaitu poros perlawanan dari Palestina ke Lebanon ke Yaman ke Iran dan Irak."  

Ia juga menyerukan diakhirinya normalisasi dengan pendudukan Israel dan pemutusan total hubungan dengannya. Sambil menekankan perlunya persatuan Islam, ia mendesak dukungan bagi rakyat Palestina dan perlawanan mereka sambil memperkuat ketahanan mereka.

Dia menjelaskan bahwa berdirinya entitas Zionis di Palestina merupakan perpanjangan nyata dari kolonialisme represif yang bertujuan mencegah terciptanya persatuan di dunia Arab dan Islam.

Pidato Abu Hamza menekankan bahwa kehadiran Yaman  menandai perbedaan dalam Operasi Banjir al-Aqsa sambil mencatat bahwa pawai rakyat di Lapangan al-Sabe'en "berfungsi sebagai motivasi kuat bagi Angkatan Bersenjata Yaman untuk terus maju dan bertahan dengan tekad dan tekad."  

Juru bicara Brigade Al-Quds memberi hormat kepada pemimpin Ansar Allah, Sayyed Abdul-Malik al-Houthi, dan menambahkan bahwa Perlawanan Palestina mendengarkan dengan saksama pidatonya mengenai pertempuran di Gaza.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved